MUSDA VI FORKABI Jakarta Barat Tuntas: Matrobi, SE Resmi Nahkodai DPD, Akankah Mampu Menjawab Tantangan Organisasi?

Bidik Ekspres.id l Jakarta

Musyawarah Daerah (Musda) VI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI) Jakarta Barat menjadi ajang penentuan arah baru organisasi. Dalam forum yang digelar Minggu (19/7/2026), Matrobi, SE resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD FORKABI Jakarta Barat untuk periode mendatang.

Musda yang dihadiri jajaran DPP, DPD, serta para Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) FORKABI itu tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan organisasi serta penyusunan strategi menghadapi tantangan ke depan.

Melalui sidang pleno yang berlangsung sesuai mekanisme organisasi, Matrobi memperoleh mandat untuk memimpin FORKABI Jakarta Barat. Amanah tersebut membawa harapan besar agar organisasi mampu memperkuat soliditas internal sekaligus meningkatkan kiprah nyata di tengah masyarakat.

Pimpinan sidang menegaskan, Musda merupakan forum tertinggi di tingkat daerah yang menjadi wadah pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya serta pemilihan pemimpin baru berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Meski proses berlangsung tertib dan mengedepankan musyawarah mufakat, tantangan yang menanti kepengurusan baru dinilai tidak ringan. Konsolidasi kader, penguatan organisasi hingga menjaga eksistensi budaya Betawi di tengah derasnya arus modernisasi menjadi pekerjaan besar yang harus segera diwujudkan dalam program nyata, bukan sekadar menjadi agenda seremonial.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum FORKABI sekaligus Anggota DPD RI, H. Ahmad Azran, SE, mengingatkan bahwa kekuatan organisasi terletak pada persatuan dan silaturahmi.

“Satu musuh kebanyakan, tapi teman seribu masih sedikit. Artinya jangan memutus silaturahmi,” ujar Azran.

Ia juga mengajak seluruh kader menjaga marwah organisasi dan tetap solid.

“Jagain FORKABI, jagain saya sebagai pejabat negara. Kalau semua kompak, bukan tidak mungkin FORKABI akan menjadi organisasi yang besar nantinya,” katanya.

Tak kalah penting, Azran menekankan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan amanah yang harus dijaga dengan akhlak dan integritas.

“Menjadi ketua itu gampang, tetapi menjaga amanah itu tidak mudah. Siapapun yang terpilih, jaga akhlaknya. Kalau akhlak dijaga, kita akan diterima masyarakat dari kalangan mana pun,” tegasnya.

Dengan terpilihnya Matrobi, perhatian kini tertuju pada langkah konkret kepengurusan baru. Publik dan kader FORKABI menanti pembuktian bahwa hasil Musda VI benar-benar mampu memperkuat organisasi, menjaga persatuan, serta membawa FORKABI Jakarta Barat semakin berperan dalam pelestarian budaya Betawi dan pembangunan masyarakat.***