Hajat Bumi Situ Rawabinong Bukan Sekadar Seremoni, Pemkab Bekasi Ingatkan Pentingnya Menjaga Warisan Budaya dan Kelestarian Lingkungan

Bidik Ekspres.id | Kab Bekasi

Di tengah pesatnya pembangunan kawasan industri dan permukiman di Kabupaten Bekasi, tradisi Hajat Bumi Situ Rawabinong di Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, kembali menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak boleh memutus akar budaya maupun mengabaikan kelestarian lingkungan.

Pesan tersebut mengemuka saat Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menghadiri peringatan Hajat Bumi Situ Rawabinong, Sabtu (11/7/2026). Di hadapan masyarakat, ia memberikan apresiasi kepada warga yang selama lebih dari satu abad tetap mempertahankan tradisi sebagai bagian dari identitas budaya daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bekasi, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia serta masyarakat Desa Hegarmukti yang terus menjaga dan melestarikan tradisi Hajat Bumi sebagai bagian dari warisan budaya yang sarat makna,” ujar Endin.

Menurutnya, Hajat Bumi bukan sekadar agenda tahunan yang bersifat seremonial. Tradisi tersebut merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil bumi, keberkahan kehidupan, serta kelestarian alam yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Lebih jauh, Endin menegaskan bahwa nilai yang terkandung dalam tradisi tersebut menjadi pengingat bahwa setiap elemen masyarakat memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.

Ia menilai keberadaan Situ Rawabinong memiliki fungsi strategis, tidak hanya sebagai kawasan resapan air dan ruang terbuka hijau, tetapi juga sebagai destinasi wisata alam yang menyimpan nilai sejarah, budaya, hingga potensi ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Bekasi.

“Karena itu, menjaga kebersihan, kelestarian, dan keberlanjutan kawasan Situ Rawabinong merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Bekasi juga mengajak masyarakat untuk terus memperkuat budaya gotong royong melalui aksi nyata, seperti menjaga kebersihan lingkungan, mencegah pencemaran situ, serta mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Sementara itu, Kepala Desa Hegarmukti, Ajo Subarjo, menjelaskan bahwa Hajat Bumi Situ Rawabinong telah menjadi tradisi turun-temurun yang rutin dilaksanakan setiap bulan Muharam sejak tahun 1917.

Menurutnya, tradisi tersebut bukan hanya menjadi bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus mengenang perjuangan para pendiri Desa Hegarmukti.

“Kami terus menjaga tradisi Hajat Bumi Situ Rawabinong sejak tahun 1917. Tujuannya selain mengingatkan sejarah perjuangan para pendiri desa, juga untuk menumbuhkan semangat gotong royong dan mempererat kebersamaan seluruh warga Desa Hegarmukti khususnya, serta masyarakat Cikarang Pusat dan Kabupaten Bekasi pada umumnya,” ungkap Ajo Subarjo.

Keberlangsungan tradisi selama lebih dari satu abad menunjukkan bahwa kearifan lokal masih memiliki tempat di tengah modernisasi. Nilai kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta penghormatan terhadap sejarah menjadi modal sosial yang dinilai penting untuk terus diwariskan kepada generasi mendatang.

Acara Hajat Bumi Situ Rawabinong dihadiri oleh Plt. Camat Cikarang Pusat Ganda Sasmita, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Dapil I H. Agung Suganda, Kepala Desa Hegarmukti Ajo Subarjo, unsur TNI dan Polri, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta ratusan warga yang memadati lokasi kegiatan.

Tradisi ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan memerlukan partisipasi aktif masyarakat. Di tengah perubahan zaman, menjaga warisan budaya sekaligus melindungi lingkungan merupakan investasi sosial yang akan menentukan kualitas kehidupan generasi mendatang.***

Editor: Sugiono
Sumber: Pemkab Bekasi