Klarifikasi Tuntas! Polemik Donasi Abah Casman Berakhir, Ketua GPS Subang Serahkan Sisa Donasi Rp19,45 Juta kepada Abah Casman dan Tegaskan: “Donasi Tidak Saya Pakai Sepeser Pun”

Bidik Ekspres.id | Kab Subang

Polemik mengenai pengelolaan dana donasi untuk pasangan lansia Abah Casman dan Ma’ Ani, warga Dukuh Tengah, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, akhirnya menemui titik terang. Ketua Gerakan Peduli Sesama (GPS) Subang, Neng Yanti, turun langsung menemui keluarga penerima manfaat untuk memberikan klarifikasi sekaligus menyerahkan sisa dana donasi sebesar Rp19.450.000.

Langkah tersebut dilakukan menyusul pemberitaan yang terbit di Media Online Bidik Ekspres pada Kamis (2/7/2026), yang kemudian memunculkan berbagai tanggapan di tengah masyarakat terkait pengelolaan bantuan bagi pasangan lansia tersebut.

Didampingi tim GPS, Neng Yanti menyerahkan langsung sisa dana donasi kepada pihak keluarga melalui putra Abah Casman, Rokib. Dana tersebut merupakan sisa dari total donasi sebesar Rp22.600.000, setelah sebagian digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga penerima bantuan.

Dalam keterangannya kepada Bidik Ekspres, Neng Yanti membantah adanya dugaan bahwa dana donasi digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Uang donasi ada di saya dan tidak sedikit pun saya gunakan untuk kepentingan pribadi. Sejak awal niat saya hanya ingin membantu keluarga Abah Casman agar kebutuhan sehari-hari mereka terpenuhi dan dapat digunakan untuk biaya pengobatan. Karena persoalan ini sudah menjadi perhatian publik melalui pemberitaan media, saya merasa perlu memberikan klarifikasi sekaligus menyerahkan seluruh sisa dana tersebut. Saya tidak mengambil ataupun memotong sedikit pun uang donasi itu. Semoga bantuan ini benar-benar membawa manfaat bagi Abah Casman dan Ma’ Ani,” tegas Neng Yanti.

Penyerahan dana tersebut menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada para donatur sekaligus upaya menjaga kepercayaan publik terhadap gerakan sosial yang selama ini dijalankan GPS Subang.

Sementara itu, Kepala Desa Dukuh, Kecamatan Ciasem, mengapresiasi seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian terhadap warganya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim GPS Subang yang telah membantu warga kami. Terima kasih juga kepada rekan-rekan jurnalis yang terus mengawal informasi serta kepada masyarakat dan para donatur yang telah menunjukkan kepedulian kepada Abah Casman dan Ma’ Ani,” ujarnya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa dalam setiap kegiatan penggalangan dana kemanusiaan, transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi yang terbuka merupakan fondasi utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Di sisi lain, media memiliki peran penting sebagai sarana kontrol sosial yang menyampaikan informasi kepada publik sekaligus memberikan ruang klarifikasi kepada seluruh pihak yang berkepentingan.

Dengan telah diserahkannya sisa dana donasi kepada keluarga penerima manfaat, diharapkan polemik ini dapat diselesaikan secara baik dan menjadi pelajaran bersama bahwa setiap bantuan sosial harus dikelola secara profesional, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan. Tujuan akhirnya tetap sama, yakni memastikan setiap rupiah amanah dari masyarakat benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.***

Editor: Eka Widaningsih