Wonosobo Naik Kelas! Grebeg Suran Lintas Agama ke-12 Jadi Bukti Harmoni Bukan Sekadar Toleransi

Bidik Ekspres.id l Wonosobo
Di tengah maraknya isu perpecahan dan provokasi di media sosial, Kabupaten Wonosobo justru menunjukkan wajah berbeda. Ribuan warga dari berbagai agama dan latar budaya berkumpul dalam Grebeg Suran Lintas Agama dan Budaya ke-12 di Pendopo Bupati Wonosobo, Rabu (1/7/2026).
Mengusung tema “Merawat Kerukunan, Menguatkan Kebersamaan Dalam Harmoni Budaya dan Keberagaman”, kegiatan diawali doa bersama lintas agama, dilanjutkan kirab gunungan dan kembul bujana yang melibatkan tokoh agama, tokoh adat, serta berbagai elemen masyarakat.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menegaskan, Wonosobo tidak lagi sekadar berbicara soal toleransi, tetapi telah memasuki level yang lebih tinggi, yakni harmoni.
“Kalau dulu kita berbicara toleransi, hari ini kita sedang membangun harmoni. Keberagaman bukan hanya hidup berdampingan, tetapi menjadi kekuatan untuk bekerja sama dan bergotong royong,” tegasnya.

Menurut Afif, kedamaian yang dirasakan masyarakat bukan terjadi begitu saja, melainkan hasil komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh narasi pemecah belah yang beredar di media sosial.
Bupati turut mengapresiasi FKUB Wonosobo yang selama 12 tahun konsisten menginisiasi Grebeg Suran Lintas Agama dan Budaya hingga menjadi contoh kerukunan yang patut ditiru daerah lain.
Sementara itu, Dandim 0707/Wonosobo yang diwakili Kasdim Mayor Arh Siswoto Nurharjo menilai kegiatan tersebut sebagai simbol nyata persatuan bangsa.
“Umat beragama duduk bersama dalam satu kegiatan. Inilah wujud kerukunan yang sesungguhnya,” ujarnya.
Lebih dari sekadar tradisi tahunan, Grebeg Suran menjadi bukti bahwa keberagaman di Wonosobo bukan sumber perbedaan, melainkan kekuatan yang mampu menjaga persatuan, memperkokoh nilai-nilai Pancasila, dan menjadi modal penting bagi pembangunan daerah.***
