Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo Pimpin Kenaikan Pangkat 41.578 Personel, Tegaskan Amanah Jabatan Harus Dibayar dengan Integritas dan Pelayanan Terbaik

Bidik Ekspres.id | Jakarta
Momentum kenaikan pangkat di lingkungan Polri bukan sekadar seremoni ataupun penghargaan atas masa dinas. Di balik penyematan pangkat baru, terdapat amanah besar yang menuntut peningkatan integritas, profesionalisme, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan saat Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, memimpin langsung upacara kenaikan pangkat ke dan dalam golongan personel Polri di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 30/6.
Pada periode kenaikan pangkat 30 Juni 2026, sebanyak 41.578 personel Polri resmi memperoleh kenaikan pangkat. Jumlah tersebut terdiri atas 87 Perwira Tinggi (Pati), 878 Perwira Menengah (Pamen), 1.289 Perwira Pertama (Pama), 37.930 personel Bintara, dan 1.394 personel Tamtama.
Dari jajaran Perwira Tinggi, sebanyak empat perwira resmi menyandang pangkat Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi atau bintang tiga, yakni Komjen Pol. Mulia Hasudungan Ritonga, Komjen Pol. Gatot Tri Suryanta, Komjen Pol. Helmy Santika, serta Komjen Pol. Rudi Setiawan.
Selain itu, 29 perwira tinggi mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi atau bintang dua, sementara 54 perwira lainnya resmi menyandang pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi atau bintang satu.
Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan hanya bentuk penghargaan institusi, tetapi juga amanah yang harus diwujudkan melalui kinerja nyata.

“Kenaikan pangkat bukan sekadar penghargaan atas perjalanan karier, tetapi juga amanah yang mengandung tanggung jawab lebih besar. Kami berharap seluruh personel yang memperoleh kenaikan pangkat terus memperkuat integritas, profesionalisme, dan kepemimpinan dalam memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan negara harus dijawab dengan dedikasi, disiplin, serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia menekankan bahwa setiap pangkat baru harus menjadi motivasi untuk menghadirkan institusi Polri yang semakin profesional, responsif, humanis, dan dipercaya masyarakat.
“Kepercayaan yang diberikan negara dan institusi harus dijawab dengan kinerja yang semakin optimal. Jadikan kenaikan pangkat ini sebagai motivasi untuk terus menghadirkan Polri yang responsif, humanis, profesional, serta semakin dipercaya masyarakat,” tambahnya.
Kenaikan pangkat massal tersebut merupakan bagian dari sistem pembinaan karier di lingkungan Polri sekaligus bentuk apresiasi atas dedikasi, prestasi, loyalitas, dan pengabdian personel dalam menjalankan tugas menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Di tengah tantangan keamanan yang semakin kompleks dan tingginya ekspektasi publik terhadap institusi penegak hukum, kenaikan pangkat diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Bagi masyarakat, momentum ini juga menjadi pengingat bahwa setiap jenjang kepangkatan yang disandang aparat kepolisian bukan hanya simbol prestise, melainkan representasi dari tanggung jawab yang semakin besar. Integritas, profesionalisme, transparansi, dan pelayanan yang adil menjadi ukuran utama keberhasilan seorang anggota Polri dalam menjalankan amanah negara.
Dengan semangat tersebut, Polri diharapkan terus bertransformasi menjadi institusi yang modern, presisi, dan semakin mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui pelayanan yang cepat, humanis, serta berkeadilan.***
Editor: Redaksi
Sumber: Humas Mabes Polri
