Antre Sejak Pagi, Gagal Daftar Karena Server SPMB Error, Orang Tua Pertanyakan Kesiapan Pemkab Bandung Terkait SPMB

Bidik Ekspres.id | Kab Bandung
Ratusan orang tua dan wali murid yang hendak mendaftarkan anaknya ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) melalui jalur prestasi harus menelan kekecewaan setelah sistem pendaftaran mengalami gangguan pada hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap ke 2, Senin 29/6.
Gangguan pada tautan (link) pendaftaran dilaporkan mulai terjadi pada Senin 29/6 sekitar pukul 10.00 WIB. Akibatnya, proses pendaftaran terhenti dan ratusan warga yang telah mengantre sejak pagi tidak dapat melanjutkan proses administrasi.
Pemandangan tersebut terlihat di SMP Negeri 1 Margaasih. Sejak pagi, para orang tua memadati lingkungan sekolah dengan harapan dapat segera menyelesaikan proses pendaftaran. Namun, harapan itu sirna ketika sistem mengalami error sehingga mereka terpaksa pulang tanpa kepastian.
Salah seorang wali murid yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) mengaku harus meminta izin kepada atasannya demi mengurus pendaftaran sang anak. Namun, usahanya berakhir sia-sia.
“Saya sudah izin kerja karena ingin memastikan anak saya bisa didaftarkan hari ini. Ternyata sistemnya error. Waktu kami habis, pekerjaan terganggu, sekarang harus izin lagi besok. Yang dirugikan tetap masyarakat,” ujarnya dengan nada kecewa.
Kekecewaan juga disampaikan orang tua lainnya. Mereka menilai pemerintah seharusnya telah mengantisipasi potensi lonjakan akses pada hari pertama pendaftaran sehingga gangguan seperti ini tidak terjadi.
“Kalau pemerintah sudah memutuskan menggunakan sistem online, seharusnya semuanya benar-benar siap. Jangan masyarakat yang dijadikan korban karena server tidak kuat. Kami datang sejak pagi, antre berjam-jam, keluar ongkos dan meninggalkan pekerjaan, tapi akhirnya pulang dengan tangan kosong,” kata salah seorang wali murid.
Orang tua lainnya bahkan menyindir kesiapan pemerintah dalam memberikan pelayanan publik berbasis digital.

“Setiap tahun persoalannya hampir sama. Yang terus diminta sabar itu masyarakat. Kami berharap pemerintah tidak hanya gencar berbicara soal digitalisasi pelayanan, tetapi juga memastikan sistemnya benar-benar siap digunakan ketika dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.
Gangguan tersebut menjadi sorotan karena pelaksanaan SPMB semestinya didukung oleh infrastruktur teknologi yang andal. Sistem yang tidak siap bukan hanya menghambat proses administrasi, tetapi juga berpotensi menimbulkan ketidakpastian, keresahan, dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik.
Masyarakat berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan server, kapasitas sistem, serta menyiapkan mekanisme pelayanan alternatif apabila terjadi gangguan teknis. Langkah tersebut dinilai penting agar hak setiap calon peserta didik memperoleh layanan pendidikan tidak terganggu akibat persoalan teknis yang seharusnya dapat diantisipasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari dinas terkait mengenai penyebab gangguan sistem pendaftaran maupun langkah-langkah yang akan ditempuh untuk mengatasi kendala tersebut. Masyarakat kini menunggu kepastian agar proses pendaftaran dapat kembali berjalan normal tanpa kembali menimbulkan kerugian bagi para orang tua dan calon peserta didik.***
Editor: Redaksi
