BGN Siapkan Audit Besar-Besaran Seluruh Dapur MBG Saat Libur Sekolah, Cegah Salah Sasaran dan Pemborosan Anggaran

Bidik Ekspres.id | Jakarta
Badan Gizi Nasional (BGN) bersiap melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah selama masa libur sekolah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya evaluasi besar-besaran terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus memperkuat sistem pendataan yang selama ini dinilai masih membutuhkan pembenahan.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari, menegaskan bahwa transformasi internal menjadi prioritas utama, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola organisasi, hingga sistem data yang menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan.
“Kami di BGN akan melakukan transformasi, mulai dari SDM, tata kelola, hingga pembenahan data. Data sangat penting karena tidak mungkin membuat kebijakan tanpa data yang jelas. Itu yang terus kami perbaiki,” ujar Agustina usai rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR di Gedung DPR, Senayan, Senin (15/6).
Menurutnya, masa libur sekolah menjadi momentum paling tepat untuk melakukan evaluasi dan audit secara menyeluruh tanpa mengganggu operasional program di lingkungan pendidikan. Karena itu, penyaluran MBG kepada peserta didik yang sedang menjalani libur sekolah akan dihentikan sementara.
Pembenahan data dinilai bukan sekadar urusan administrasi, melainkan menjadi penentu keberhasilan sebuah program nasional yang menyangkut anggaran negara dan kebutuhan gizi jutaan anak Indonesia.
Tanpa basis data yang valid dan terintegrasi, potensi terjadinya salah sasaran, tumpang tindih penerima manfaat, hingga inefisiensi penggunaan anggaran akan semakin besar. Audit yang dilakukan BGN diharapkan mampu memetakan kondisi riil di lapangan, mulai dari kesiapan dapur, kualitas pelayanan, hingga efektivitas distribusi makanan bergizi.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari
Langkah BGN melakukan transformasi internal juga dapat dipandang sebagai sinyal bahwa program MBG memerlukan sistem pengawasan yang lebih kuat dan tata kelola yang lebih profesional. Program berskala nasional dengan cakupan luas tidak hanya membutuhkan kesiapan infrastruktur, tetapi juga didukung oleh data yang akurat, SDM yang kompeten, serta mekanisme pengawasan yang transparan dan akuntabel.
Audit menyeluruh selama masa libur sekolah diharapkan menjadi momentum untuk memperbaiki berbagai kekurangan yang masih ditemukan di lapangan, sehingga ketika kegiatan belajar mengajar kembali dimulai, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik di seluruh Indonesia.***
Editor: Redaksi
