Tia Fitriani Resmi Nahkodai NasDem Kabupaten Bandung 2026–2031, Konsolidasi Total Menuju Mesin Politik yang Lebih Solid

Bidik Ekspres.id | Kab Bandung
Partai Nasional Demokrat (NasDem) menegaskan langkah konsolidasi organisasinya di Kabupaten Bandung dengan mengukuhkan Dra. Hj. Tia Fitriani sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Bandung masa khidmat 2026–2031. Pengukuhan yang digelar di Ballroom Grand Sunshine Hotel, Minggu (14/6/2026), menjadi penanda dimulainya babak baru kepemimpinan partai dalam menghadapi dinamika politik daerah maupun nasional.
Momentum tersebut tidak hanya menjadi seremoni pergantian kepengurusan, tetapi juga memperlihatkan keseriusan NasDem dalam memperkuat struktur hingga tingkat akar rumput. Bersamaan dengan pengukuhan DPD, sebanyak 31 pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Kabupaten Bandung periode 2026–2031 turut resmi dilantik.
Sejumlah tokoh penting hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna, Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb, Anggota DPR RI Fraksi NasDem Dapil Jawa Barat II Kang Rajiv, Ketua DPW NasDem Jawa Barat Mamat Rachmat, Sekretaris DPW Hendi Sutresna, jajaran anggota DPRD Kabupaten Bandung, pimpinan partai politik, organisasi kemasyarakatan, serta ratusan kader dan simpatisan NasDem.
Penunjukan Tia Fitriani dinilai bukan tanpa alasan. DPP Partai NasDem melalui DPW Jawa Barat memberikan kepercayaan penuh kepada politisi senior tersebut berdasarkan rekam jejak kepemimpinan, loyalitas, serta konsistensinya dalam membesarkan partai. Pengalamannya sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat selama tiga periode menjadi modal politik yang dinilai mampu menjaga stabilitas organisasi sekaligus meningkatkan daya saing partai di Kabupaten Bandung.
Untuk memperkuat roda organisasi, NasDem juga menempatkan Aziz Syamsul Ashri sebagai Sekretaris DPD dan Hj. Imas Yati Hadiyanti, SH sebagai Bendahara DPD. Formasi ini dipandang sebagai perpaduan antara pengalaman politik dan penguatan manajemen organisasi yang diharapkan mampu menciptakan soliditas internal.

Dalam perspektif politik, pengukuhan kepengurusan baru ini memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar pergantian struktur organisasi. Konsolidasi hingga tingkat kecamatan menunjukkan bahwa NasDem tengah mempersiapkan mesin politik yang lebih terorganisasi dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Langkah tersebut menjadi strategi penting di tengah kompetisi politik yang semakin dinamis, di mana kekuatan partai tidak hanya diukur dari jumlah kursi legislatif, tetapi juga dari kemampuan membangun jaringan kader, menjaga loyalitas, serta menghadirkan program yang menyentuh langsung kepentingan publik.
Dukungan dari berbagai elemen, mulai dari kepala daerah, pimpinan partai politik, tokoh masyarakat, relawan hingga simpatisan, menjadi sinyal bahwa kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat posisi NasDem sebagai mitra strategis dalam pembangunan Kabupaten Bandung.
Mengusung semangat “Bersama Kita Bergerak, Bersinergi untuk Kabupaten Bandung yang Lebih Maju, Adil, dan Sejahtera,” kepengurusan baru dihadapkan pada tantangan untuk menerjemahkan slogan tersebut menjadi kerja politik yang nyata dan berpihak kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Tia Fitriani menegaskan bahwa amanah yang diterimanya bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab besar untuk menghadirkan kepemimpinan yang visioner dan memperkuat perjuangan partai di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak dapat dibangun secara individual, melainkan melalui kolaborasi, semangat gotong royong, dan komitmen seluruh kader dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Mudah-mudahan amanah yang diberikan ini menjadi dorongan semangat yang kuat guna menghadirkan kepemimpinan yang visioner, penguatan soliditas organisasi, serta membawa manfaat dan kemajuan bagi masyarakat Kabupaten Bandung,” ujar Tia Fitriani.
Dengan kepengurusan baru yang telah resmi dikukuhkan, publik kini menanti sejauh mana NasDem Kabupaten Bandung mampu membuktikan bahwa konsolidasi politik tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan dalam kerja nyata yang mampu menjawab aspirasi dan kebutuhan masyarakat.***
Editor: Aripudin
