Kebangkitan Perempuan Desa! Mona Martalita Menangi Pemilihan BPD Lagadar Keterwakilan Perempuan Dengan Perolehan Suara Dominan

Bidik Ekspres.id | Kab Bandung
Desa Lagadar kembali menjadi perhatian dalam pelaksanaan demokrasi tingkat desa. Pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) unsur keterwakilan perempuan periode 2026–2034 yang digelar di GOR Desa Lagadar, Sabtu (6/6/2026), dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat keterlibatan perempuan pada proses pengawasan dan pengambilan kebijakan pembangunan desa.
Pelaksanaan pemilihan tersebut mengacu pada kebijakan afirmatif pemerintah terkait keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam struktur keanggotaan BPD. Ketentuan itu diatur dalam Permendagri Nomor 110 Tahun 2016 tentang Badan Permusyawaratan Desa yang disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Di tingkat daerah, aturan tersebut diperkuat melalui Perda Kabupaten Bandung Nomor 12 Tahun 2018 dan Perbup Kabupaten Bandung Nomor 31 Tahun 2019.
Dalam pemilihan tersebut, empat kandidat perempuan bersaing memperebutkan dukungan dari 21 kader RW yang memiliki hak suara. Keempat kandidat itu yakni Ainun Jariah nomor urut 1, Dewi Risnati nomor urut 2, Imas Rohaeni nomor urut 3, dan Mona Martalita nomor urut 4.
Kandidat Calon Anggota BPD Desa Lagadar Margaasih Kab Bandung dari unsur Keterwakilan perempuan
Berdasarkan hasil penghitungan suara, Mona Martalita berhasil meraih suara terbanyak dengan 12 suara. Sementara Imas Rohaeni memperoleh 5 suara, Dewi Risnati meraih 4 suara, dan Ainun Jariah tidak memperoleh suara.
Adapun rincian hasil perolehan suara yasuar
Nomor Urut 1 Ainun Jariah : 0 suara
Nomor Urut 2 Dewi Risnati : 4 suara
Nomor Urut 3 Imas Rohaeni : 5 suara
Nomor Urut 4 Mona Martalita : 12 suara
Menurut Ketua Panitia Pemilihan yang ditemui dilokasi , Iwan Deniawan mengatakan, pemilihan keterwakilan perempuan bukan hanya sekadar menjalankan amanat regulasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat partisipasi perempuan dalam pembangunan desa.
“Perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan desa. Kehadiran keterwakilan perempuan di BPD diharapkan mampu menghadirkan pengawasan yang objektif, aspiratif dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas, khususnya dalam bidang sosial, pendidikan, kesehatan serta pemberdayaan masyarakat,” ujar Iwan yang juga sebagai Kasie Pemerintahan Desa Lagadar
Ketua Panitia Pemilihan Iwan Deniawan (paling Kanan) beserta sejumlah Panitia
Ia berharap anggota BPD perempuan terpilih nantinya mampu menjalankan fungsi pengawasan, legislasi desa serta penyerapan aspirasi masyarakat secara maksimal dan profesional.
Sementara itu, Mona Martalita yang diketahui juga merupakan isteri Ketua RW 05 Desa Lagadar, tampil sebagai kandidat dengan dukungan suara terbanyak dalam pemilihan tersebut.
Ditemui seusai pelaksanaan pemilihan, Mona menegaskan keterwakilan perempuan di BPD selama ini dinilai belum berjalan optimal karena sebelumnya lebih bersifat keterwakilan wilayah atau daerah pemilihan tertentu. Menurutnya, sistem keterwakilan perempuan tingkat desa saat ini membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk terlibat aktif dalam pembangunan desa secara menyeluruh.
“Sekarang keterwakilan perempuan di BPD merupakan keterwakilan satu desa penuh, bukan hanya per wilayah pemilihan. Ini menjadi peluang agar perempuan bisa lebih aktif dan lebih maksimal dalam mengawal pembangunan desa,” katanya.

Ia menambahkan, dirinya akan fokus pada pengawasan program desa secara transparan dan adil, sekaligus mendorong penguatan peran perempuan di bidang kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi keluarga serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.
Menurut Mona, perempuan tidak boleh lagi hanya menjadi pelengkap dalam struktur pemerintahan desa, tetapi harus menjadi bagian penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, partisipatif dan berpihak kepada kebutuhan masyarakat.***
Editor: Redaksi
