Polisi Bergerak dalam Hitungan Menit: ODGJ Mengamuk di Purwojati Berhasil Dievakuasi

Bidik Ekspres.id l Wonosobo

Saat sebagian besar warga masih terlelap, kepanikan terjadi di Dusun Ngariman, Desa Purwojati, Kecamatan Kertek, Selasa 2/6 dini hari. Seorang pria yang mengalami gangguan kejiwaan mengamuk di dalam rumah, melempar berbagai benda, dan membuat keluarga serta warga sekitar khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan.

Namun situasi yang berpotensi membahayakan itu berhasil dikendalikan berkat respons cepat layanan Call Center 110 Polres Wonosobo. Laporan yang masuk pada pukul 04.27 WIB langsung ditindaklanjuti petugas tanpa menunggu lama.

Pelapor, AMZ (29), yang merupakan adik kandung pasien, menghubungi layanan darurat setelah kondisi kakaknya semakin tidak terkendali. Operator 110 segera meneruskan informasi kepada personel lapangan untuk melakukan penanganan darurat.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati kondisi rumah gelap gulita. Lampu dimatikan seluruhnya, sementara dari dalam terdengar suara benturan dan benda-benda yang dilempar oleh pasien yang diketahui berinisial MF (31).

Dalam situasi yang penuh risiko tersebut, polisi memilih langkah yang tidak biasa. Tidak ada tindakan represif ataupun upaya paksa yang berpotensi memperkeruh keadaan. Petugas justru mengedepankan pendekatan humanis dengan berusaha membangun komunikasi dan menenangkan pasien terlebih dahulu.

Kesabaran aparat akhirnya membuahkan hasil. Setelah kondisi pasien mulai mereda, petugas bersama tenaga medis dan perangkat desa melakukan pengamanan secara terukur. Demi keselamatan pasien maupun warga sekitar, tenaga kesehatan memberikan suntikan penenang sesuai prosedur medis sebelum proses evakuasi dilakukan.

MF kemudian dibawa menggunakan ambulans desa menuju RSJ Magelang untuk mendapatkan perawatan dan penanganan yang lebih intensif.

PAMAPTA I Polres Wonosobo, Ipda Dhaniz Nurrizki, S.Tr.I.K., menegaskan bahwa keselamatan seluruh pihak menjadi prioritas utama dalam operasi tersebut.

“Kami menerima laporan melalui Call Center 110 dan langsung menuju lokasi. Kami melakukan asesmen terlebih dahulu karena kondisi pasien masih emosional. Pendekatan persuasif kami kedepankan dengan melibatkan keluarga, tenaga medis, dan perangkat wilayah. Alhamdulillah pasien dapat diamankan dengan aman dan dibawa ke RSJ untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Kecepatan respons Polres Wonosobo juga mendapat apresiasi dari pihak keluarga. AMZ mengaku terkejut dengan cepatnya petugas merespons laporan yang disampaikan melalui layanan 110.

“Respon dari 110 Polres Wonosobo sangat cepat. Telepon langsung diangkat dan petugas segera datang membantu. Kami sekeluarga sangat terbantu karena situasi yang awalnya menegangkan bisa ditangani dengan baik sampai selesai,” ungkapnya.

Peristiwa ini menjadi bukti bahwa layanan Call Center 110 bukan sekadar nomor pengaduan, melainkan jalur cepat yang mampu menghadirkan bantuan kepolisian saat masyarakat menghadapi situasi darurat.

Berkat sinergi antara keluarga, tenaga medis, perangkat desa, dan kepolisian, situasi yang sempat menegangkan di Purwojati berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan korban. Sebuah operasi senyap di waktu subuh yang menunjukkan bahwa kecepatan respons dan pendekatan humanis dapat menjadi kunci utama dalam menyelamatkan nyawa serta menjaga keamanan masyarakat.***