Heboh “Teror Pocong” di Kabupaten Bekasi, Kapolres Metro Bekasi Tegaskan: Bukan Makhluk Gaib, Diduga Ulah Oknum Yang Menyamar

Bidik Ekspres.id | Kab Bekasi
Isu dugaan teror pocong yang viral di media sosial dan menyebar melalui pesan berantai membuat warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dilanda keresahan. Menyikapi kepanikan yang mulai meluas di tengah masyarakat, jajaran kepolisian turun tangan dan meminta warga tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.
Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni menegaskan hingga saat ini pihak kepolisian belum menemukan fakta ataupun bukti adanya sosok pocong sebagaimana yang ramai diperbincangkan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Kombes Sumarni saat ditemui di Cikarang, Senin (25/5). Ia menilai sosok yang dilihat masyarakat besar kemungkinan merupakan ulah oknum tertentu yang sengaja menyamar menggunakan kain pocong untuk menakut-nakuti warga.
“Kalau pocong saya rasa tidak mungkin ada ya, mungkin manusia yang menyamar menggunakan pakaian pocong. Bisa jadi ada keisengan atau mungkin ada motif lain di balik aksi tersebut,” tegasnya.
Polisi meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu liar yang berpotensi memicu kepanikan massal. Warga juga diimbau untuk tidak langsung menyebarkan informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya, terutama di media sosial dan grup percakapan.

Kapolres menegaskan, masyarakat diminta segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Laporan dapat disampaikan melalui layanan darurat 110 agar petugas dapat segera turun ke lokasi dan memastikan situasi tetap aman serta kondusif.
“Setiap laporan masyarakat pasti akan kami tindak lanjuti. Petugas akan langsung mengecek ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya,” ujarnya.
Di tengah merebaknya isu tersebut, kepolisian juga kembali mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Salah satu langkah yang didorong aparat adalah mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) di kawasan permukiman warga.
Menurut Sumarni, penguatan siskamling menjadi langkah efektif untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk aksi-aksi iseng yang sengaja dibuat untuk menebar ketakutan di tengah warga.
“Kami mengajak seluruh warga untuk meningkatkan kembali siskamling di lingkungan masing-masing agar tidak ada kejadian-kejadian yang meresahkan masyarakat,” katanya.
Fenomena viralnya isu “teror pocong” ini pun menjadi pengingat bahwa penyebaran informasi tanpa verifikasi dapat memicu kepanikan publik. Polisi menekankan pentingnya sikap bijak masyarakat dalam menyaring informasi agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum terbukti kebenarannya.***
Editor: Sugiono
Sumber: Polres Metro Bekasi
