Presiden Prabowo Resmikan Wajah Baru Museum dan Perpustakaan Seskoad, Tegaskan Kawah Candradimuka Pemimpin Bangsa

Bidik Ekspres.id | Bandung
Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan renovasi Museum dan Perpustakaan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Senin (25/5), di Bandung, Jawa Barat. Peresmian itu menjadi penegasan kuat bahwa Seskoad bukan sekadar institusi pendidikan militer, melainkan pusat lahirnya para pemimpin strategis bangsa.
Dalam peresmian tersebut, Presiden Prabowo menyoroti peran historis Seskoad sebagai lembaga pendidikan yang telah mencetak tokoh-tokoh besar nasional hingga memiliki reputasi internasional. Renovasi museum dan perpustakaan dinilai sebagai langkah penting menjaga warisan sejarah, intelektualitas, dan tradisi kepemimpinan TNI AD di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Seskoad tercatat menjadi tempat pendidikan bagi sejumlah tokoh penting nasional yang kemudian memimpin Indonesia. Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Presiden Prabowo Subianto merupakan alumni lembaga pendidikan strategis tersebut.
Tak hanya melahirkan presiden, Seskoad juga mencetak para wakil presiden Republik Indonesia. Di antaranya Wakil Presiden ke-4 RI Umar Wirahadikusumah, Wakil Presiden ke-5 RI Sudharmono, dan Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno.

Fakta tersebut memperlihatkan posisi Seskoad sebagai salah satu institusi paling berpengaruh dalam membentuk arah kepemimpinan nasional. Dari ruang-ruang pendidikan di lembaga ini, lahir para pengambil keputusan strategis yang pernah menentukan arah perjalanan bangsa.
Di tingkat internasional, nama Seskoad juga memiliki daya pengaruh tersendiri. Lembaga pendidikan militer ini tercatat pernah mendidik empat Kepala Staf Angkatan Darat Singapura, menandakan pengakuan dunia terhadap kualitas pendidikan dan pembinaan perwira di Indonesia.
Museum Seskoad kini tampil lebih modern dengan menampilkan perjalanan sejarah, dedikasi, hingga pengabdian para pemimpin bangsa yang pernah ditempa di institusi tersebut. Museum itu diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus sumber inspirasi bagi para perwira muda yang tengah menempuh pendidikan.
Sementara itu, perpustakaan Seskoad menjadi salah satu pusat literasi militer terbesar dengan koleksi mencapai sekitar 42 ribu buku.
Fasilitas tersebut menjadi penopang utama pembentukan wawasan strategis para perwira, di tengah tuntutan perang modern yang tidak hanya mengandalkan kekuatan tempur, tetapi juga kecerdasan intelektual dan kemampuan analisis geopolitik.
Setiap tahunnya, sekitar 500 siswa mengikuti pendidikan di Seskoad, termasuk sekitar 30 perwira mancanegara. Kehadiran siswa internasional menjadi bukti bahwa Seskoad telah berkembang menjadi pusat pendidikan militer yang diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara.***
Editor: Redaksi
Sumber: BPMI Setpres
