Pemerintah Pastikan WNI Relawan Global Sumud Flotilla Keluar dari Israel, Indonesia Kecam Penahanan Tak Manusiawi

Bidik Ekspres.id | Jakarta

Pemerintah Indonesia memastikan warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya ditangkap militer Israel dalam insiden pencegatan kapal relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 kini telah meninggalkan wilayah Israel dan sedang menuju Istanbul, Turki, sebelum dipulangkan ke tanah air.

Proses pemulangan tersebut disebut sebagai hasil koordinasi diplomatik intensif yang dilakukan pemerintah Indonesia melalui berbagai jalur internasional guna memastikan keselamatan para relawan Indonesia.

Kementerian Luar Negeri RI bersama sejumlah perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri terus bergerak cepat mengawal pembebasan dan pemulangan para WNI. Upaya itu melibatkan koordinasi lintas negara melalui KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, hingga KJRI Istanbul.

Pemerintah menegaskan, seluruh langkah diplomatik dilakukan secara maksimal agar para relawan kemanusiaan Indonesia dapat segera kembali dengan aman ke Indonesia setelah mengalami penahanan oleh aparat militer Israel.

Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Turki yang dinilai berperan aktif membantu proses evakuasi dan pemulangan WNI dari wilayah konflik.
Di tengah proses tersebut, pemerintah kembali melontarkan kecaman keras terhadap perlakuan yang diterima para relawan selama masa penahanan.

Indonesia menilai tindakan terhadap warga sipil yang menjalankan misi kemanusiaan sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

Pemerintah menegaskan, keselamatan warga negara tetap menjadi prioritas utama dan Indonesia akan terus mengawal seluruh proses hingga para relawan tiba dengan selamat di tanah air.

Kasus pencegatan kapal Global Sumud Flotilla 2.0 sendiri kembali memicu sorotan internasional terhadap keamanan misi kemanusiaan di kawasan konflik Timur Tengah serta perlindungan terhadap relawan sipil dalam operasi bantuan kemanusiaan internasional.***

Editor: Redaksi