Ratusan Siswa Sekolah di Kabupaten Temanggung Diduga Keracunan MBG, Distribusi MBG Dihentikan Sementara

Bidik Ekspres.id | Kab Temanggung
Pemerintah Kabupaten Temanggung bergerak cepat menyelidiki dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa, guru, dan tenaga kependidikan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dinas Kesehatan (Dinkes) Temanggung hingga kini masih melakukan pendalaman serta uji laboratorium terhadap sampel makanan guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Sekretaris Daerah Temanggung, Tri Winarno, mengungkapkan data sementara mencatat sedikitnya 232 orang mengalami gejala yang mengarah pada keracunan makanan. Tiga orang sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
“Dari tiga pasien, satu siswa sudah diperbolehkan pulang. Saat ini masih ada satu siswa dan satu guru dari SMP Negeri 4 Temanggung yang dirawat di RSUD Temanggung,” ujar Tri Winarno, Kamis (21/5).
Kasus ini diduga berkaitan dengan paket MBG yang didistribusikan oleh SPPG Tlogorejo 001 ke sejumlah sekolah di Kabupaten Temanggung. Para korban dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, diare, sakit perut hingga pusing beberapa jam setelah menyantap makanan tersebut.

PIC SMP Negeri 4 Temanggung, Smualim, mengatakan gejala mulai muncul sekitar empat hingga lima jam setelah siswa mengonsumsi paket MBG pada Senin (18/5).
Menu makanan yang dibagikan saat itu terdiri atas nasi kuning, telur dadar, abon, orek tempe, tomat, mentimun, dan semangka. Sekolah menerima sekitar 600 paket makanan pada pukul 10.00 WIB.
“Pada sore hari hingga keesokan harinya, banyak siswa mulai mengeluhkan diare, mual, muntah, dan sakit perut,” katanya.
Tak hanya terjadi di SMP Negeri 4 Temanggung, laporan dugaan keracunan juga datang dari sejumlah sekolah lain, di antaranya SD Negeri Tlogorejo, SMP Al Kautsar, dan SMK HKTI.
Koordinator Wilayah SPPG Temanggung, Ulfi Rizki Asmarani, menyebut paket MBG pada hari tersebut didistribusikan kepada 2.061 penerima di 14 sekolah.
“Operasional SPPG Tlogorejo 001 dihentikan sementara untuk evaluasi sambil menunggu hasil uji laboratorium dari Dinkes,” tegas Ulfi.
Pemerintah daerah memastikan investigasi terus dilakukan untuk mengungkap sumber pasti dugaan keracunan sekaligus mengevaluasi sistem distribusi program MBG agar kejadian serupa tidak kembali terulang.***
Editor: Redaksi
Sumber: Pemkab Temanggung
