Sampah Bandung Belum Terkendali, Wali Kota Bandung Farhan Tegur Keras Jajaran Pemkot: “Jangan Ada Lagi Pembiaran”

Bidik Ekspres.id | Bandung
Muhammad Farhan menegaskan persoalan sampah di Bandung belum sepenuhnya terkendali. Di tengah sorotan publik terhadap tumpukan sampah yang masih muncul di berbagai sudut kota, Wali Kota Bandung itu melontarkan teguran keras kepada seluruh jajaran pemerintahan agar tidak lagi membiarkan titik-titik sampah liar terus menjamur.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Bandung, Asep Cucu Cahyadi, saat Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin 18/5.
Dalam pernyataannya, Farhan secara terbuka mengakui persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kota Bandung. Penumpukan sampah disebut masih terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) di wilayah Cijambe hingga kawasan Tamansari.
Keluhan masyarakat terkait buruknya pengelolaan sampah di lingkungan permukiman pun disebut terus berdatangan.
“Kondisi ini tidak boleh dianggap biasa. Sampah yang menumpuk bukan hanya merusak wajah kota, tetapi juga mengancam kenyamanan dan kualitas hidup masyarakat,” tegas Farhan.
Farhan menekankan, penanganan sampah tidak bisa lagi dibebankan hanya kepada dinas tertentu atau pemerintah wilayah semata. Ia meminta seluruh unsur pemerintahan, mulai dari camat, lurah hingga perangkat daerah, turun langsung menangani persoalan yang dinilai sudah terlalu lama menjadi problem klasik Kota Bandung.

“Saya tegaskan persoalan sampah bukan hanya urusan pemerintah setempat, tetapi tanggung jawab kita bersama. Camat, lurah, kewilayahan hingga seluruh perangkat daerah harus hadir dalam upaya menjaga kebersihan kota,” ujarnya.
Tak hanya itu, Farhan juga menyoroti masih adanya titik-titik pembuangan sampah liar yang seolah dibiarkan tanpa tindakan nyata. Ia menegaskan tidak ingin lagi melihat pembiaran terhadap kondisi yang dinilai memperburuk citra Kota Bandung sebagai kota jasa dan destinasi wisata.
“Saya tidak ingin ada pembiaran terhadap titik-titik sampah liar yang merusak wajah Kota Bandung dan mengganggu kenyamanan masyarakat,” katanya dengan nada tegas.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Pemkot Bandung tengah mendapat tekanan besar untuk segera membuktikan efektivitas penanganan sampah di lapangan. Pasalnya, persoalan sampah dalam beberapa waktu terakhir terus menjadi perhatian warga dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Di tengah kritik yang terus menguat, Farhan turut menyinggung keberhasilan pengelolaan sampah di kawasan Pasar Caringin yang dinilai berhasil mengubah persoalan sampah menjadi potensi ekonomi sekaligus solusi lingkungan. Program itu bahkan disebut mendapat perhatian dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Menurut Farhan, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa persoalan sampah sebenarnya dapat diselesaikan apabila ada keseriusan dan kolaborasi nyata antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait.
“Ini menunjukkan bahwa ketika pemerintah, masyarakat dan berbagai pihak berkolaborasi maka solusi ini dapat diwujudkan,” pungkasnya.***
Editor: Redaksi
