Perbaikan Jalan Industri Hyundai Cikarang Kabupaten Bekasi Diduga Sekadar Formalitas Dan Akal Akalan, Elite Industrinya, Amburadul Jalannya

Bidik Ekspres.id | Kab Bekasi
Kerusakan jalan di kawasan Industri Hyundai, Cikarang, Kabupaten Bekasi, kembali memicu kemarahan masyarakat. Setelah sebelumnya viral di media sosial dan menjadi sorotan publik akibat kondisi jalan berlubang yang membahayakan pengguna, perbaikan yang dilakukan pengelola kawasan justru dinilai asal-asalan dan jauh dari standar kelayakan infrastruktur kawasan industri elite.
Pantauan di lokasi menunjukkan, perbaikan yang dilakukan hanya sebatas menimbun titik jalan berlubang menggunakan batu kerikil tanpa proses pemadatan menggunakan alat berat. Akibatnya, saat hujan turun, material kerikil kembali berserakan dan lubang jalan muncul lagi seperti semula.
Kondisi tersebut kini justru dinilai semakin membahayakan pengendara, khususnya pengendara sepeda motor dan kendaraan logistik yang setiap hari melintas di kawasan industri tersebut.

Warga dan para pengguna jalan menyebut langkah tambal sulam itu tidak lebih dari sekadar “perbaikan kosmetik” untuk meredam sorotan publik sementara, bukan solusi nyata terhadap kerusakan infrastruktur yang sudah lama dikeluhkan.
“Ini kawasan industri besar, bukan jalan kampung yang dibiarkan rusak bertahun-tahun. Tapi penanganannya seperti asal jadi. Baru ditabur kerikil, kena hujan langsung rusak lagi,” ujar salah seorang pengguna jalan yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.
Ironisnya, kawasan Hyundai Cikarang dikenal sebagai salah satu kawasan industri strategis dengan aktivitas ekonomi dan investasi bernilai triliunan rupiah. Namun di balik citra kawasan modern dan elite, akses jalannya justru dikeluhkan karena rusak parah, berlubang, licin, dan minim perbaikan permanen.
Masyarakat mempertanyakan keseriusan pengelola kawasan dalam menjalankan tanggung jawab terhadap infrastruktur dasar yang digunakan ribuan pekerja, kendaraan operasional perusahaan, hingga masyarakat umum setiap harinya.

Kerusakan jalan yang dibiarkan berlarut-larut dinilai tidak hanya mengganggu mobilitas dan distribusi industri, tetapi juga berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas. Sisa-sisa batu kerikil yang tercecer di badan jalan bahkan disebut menjadi ancaman baru karena dapat menyebabkan kendaraan tergelincir.
Pengelola kawasan diminta tidak sekadar melakukan tambal sulam sementara, melainkan melakukan perbaikan konstruksi jalan secara menyeluruh sesuai standar teknis jalan industri, termasuk sistem drainase agar kerusakan tidak terus berulang setiap turun hujan.
Publik juga mendesak adanya pengawasan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi terhadap pengelolaan infrastruktur di kawasan industri tersebut. Sebab, sebagai kawasan yang menjadi pusat investasi dan industri besar, kondisi jalan rusak dinilai mencoreng wajah Kabupaten Bekasi sebagai kawasan industri nasional.

“Jangan hanya bangga dengan investasi besar dan kawasan elite, tetapi akses jalannya hancur dan membahayakan masyarakat. Pengelola harus bertanggung jawab penuh atas kerusakan infrastruktur ini,” tegas warga lainnya.
Hingga kini, kondisi jalan di sejumlah titik kawasan Industri Hyundai Cikarang masih dipenuhi lubang dan hamparan kerikil yang rawan menyebabkan kecelakaan, terutama saat hujan turun dan genangan air menutupi permukaan jalan yang rusak.***
Edior : Hermansyah
