Disdik Jabar Mulai Pemetaan SPMB 2026, Seluruh Lulusan SMP-MTs Ditargetkan Sudah Tersalurkan Pertengahan Juni Termasuk Program Maung

Bidik Ekspres.id | Bandung

Dinas Pendidikan Jawa Barat mulai bergerak mematangkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 dengan melakukan pemetaan seluruh lulusan SMP dan MTs sederajat di Jawa Barat.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada siswa yang tertinggal dalam proses melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menegaskan pemetaan akan menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan SPMB tahun ini, termasuk untuk program Sekolah Manusia Unggul (Maung) maupun jalur reguler.

SPMB Sekolah Maung dijadwalkan mulai pada 25 Mei 2026, sedangkan SPMB reguler akan dibuka pada 29 Mei 2026.
“Target kita, penginputan peminatan yang berlangsung mulai 25 Mei untuk sekolah Maung dan 29 Mei untuk sekolah reguler sudah bisa dilakukan seluruh siswa di tiap kabupaten dan kota,” ujar Purwanto.

Disdik Jabar menargetkan seluruh lulusan SMP dan MTs di Jawa Barat telah terdata dan memiliki arah lanjutan pendidikan paling lambat pertengahan Juni 2026, baik ke SMA, SMK, maupun MA negeri dan swasta.

Untuk mempercepat proses tersebut, Disdik Jabar juga akan membagikan akun digital kepada seluruh lulusan SMP dan MTs pada 18 hingga 22 Mei 2026. Akun tersebut akan digunakan siswa untuk menginput pilihan sekolah dan peminatan secara daring.

Digitalisasi proses penerimaan ini disebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperketat akurasi data sekaligus meminimalisasi persoalan klasik dalam penerimaan siswa baru, mulai dari kesalahan administrasi hingga keterlambatan penginputan data.

Disdik Jabar juga menggandeng berbagai pihak untuk memastikan proses berjalan tertib dan minim hambatan. Kolaborasi dilakukan bersama cabang dinas pendidikan, dinas pendidikan kabupaten/kota, Kantor Kementerian Agama Wilayah, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), hingga kelompok kerja kepala madrasah.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menilai sinergi lintas lembaga menjadi kunci agar pelaksanaan SPMB 2026 tidak lagi diwarnai polemik tahunan yang kerap muncul saat proses penerimaan siswa baru berlangsung.***

Editor: Redaksi
Sumber: Humas Prov Jabar