Persipura Jayapura Gagal Promosi Setelah Ditaklukan Adhyaksa FC Banten, Jayapura Membara: Puluhan Mobil Dibakar, Stadion Lukas Enembe Rusuh

Bidik Ekspres.id | Jayapura

Persipura Jayapura gagal mewujudkan mimpi kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional setelah takluk 0-1 dari Adhyaksa FC Banten dalam laga playoff promosi Pegadaian Championship 2025–2026 di Stadion Lukas Enembe, Jumat 8/5. Kekalahan tersebut berujung ricuh. Amarah suporter pecah, menyebabkan sedikitnya 20 kendaraan terbakar dan sejumlah fasilitas stadion rusak parah.

Kerusuhan terjadi tak lama setelah pertandingan berakhir sekitar pukul 19.00 WIT. Sejak babak pertandingan berlangsung, tensi di tribun sebenarnya sudah memanas. Lemparan botol air mineral beberapa kali diarahkan ke lapangan hingga memaksa wasit menghentikan pertandingan sementara.

Situasi semakin tak terkendali usai peluit panjang dibunyikan. Ribuan penonton meluapkan kekecewaan dengan melempar berbagai benda ke dalam lapangan, termasuk flare dan petasan. Aparat keamanan terpaksa membentuk barikade tameng guna mengawal pemain Adhyaksa FC serta perangkat pertandingan menuju ruang ganti demi menghindari serangan massa.

Tak berhenti di situ, sebagian suporter mulai merangsek masuk ke lapangan. Sebagian di antaranya terlihat memberikan dukungan moral kepada pemain Persipura. Namun, kelompok lainnya justru melakukan aksi vandalisme dan perusakan fasilitas stadion.

Pantauan di lokasi pada Sabtu 9/5 pagi menunjukkan dampak kerusuhan cukup serius. Sedikitnya 20 mobil hangus terbakar di area stadion. Tiga kendaraan di antaranya merupakan mobil operasional kepolisian, sementara sisanya adalah kendaraan milik warga yang terparkir di kawasan stadion.

Selain mobil yang terbakar, sejumlah sepeda motor milik penonton maupun aparat keamanan dilaporkan hilang dan rusak. Beberapa pos keamanan serta kaca bangunan di sekitar stadion juga pecah akibat amukan massa.

Kerusuhan ini menjadi pukulan telak bagi sepak bola Papua yang selama ini dikenal memiliki basis suporter fanatik dan militansi tinggi. Di sisi lain, insiden tersebut kembali menyoroti persoalan keamanan pertandingan sepak bola nasional yang kerap berujung chaos ketika hasil di lapangan tidak sesuai harapan publik.

Hingga Sabtu siang, aparat gabungan masih berjaga di sekitar stadion untuk mengantisipasi potensi kerusuhan susulan. Polisi juga mulai melakukan pendataan kerugian dan penyelidikan terhadap pelaku pembakaran maupun perusakan fasilitas umum.***

Editor: Redaksi