Jembatan Garuda Stamelo Bangkit dari Terjangan Banjir, Warga Dusun Setana Gelar Tasyakuran: Akses Ekonomi Kini Hidup Kembali

Bidik Ekspres.id l Wonosobo
Jumat 08/05 Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti Dusun Setana, Desa Kaliguwo, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo. Setelah sempat lumpuh akibat diterjang banjir, Jembatan Gantung Garuda Stamelo yang menjadi urat nadi aktivitas warga akhirnya kembali berdiri kokoh dan bisa digunakan masyarakat.
Sebagai bentuk rasa syukur, warga menggelar tasyakuran sederhana namun penuh makna. Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin Kyai Ahmad Zainudin, memohon keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses renovasi jembatan tersebut.
Renovasi jembatan ini bukan sekadar pembangunan fisik biasa. Bagi warga Setana, jembatan tersebut adalah akses vital yang menentukan jalannya roda ekonomi, pendidikan, hingga aktivitas sosial masyarakat. Saat jembatan rusak diterjang banjir, aktivitas warga sempat terganggu total. Anak-anak kesulitan menuju sekolah, distribusi hasil pertanian terhambat, hingga mobilitas warga nyaris lumpuh.

Kepala Desa Kaliguwo, Paijo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian terhadap pembangunan kembali jembatan yang dinilai sangat mendesak bagi masyarakat pedesaan.
“Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subiyanto yang telah memberikan perhatian terhadap pembangunan kembali jembatan ini setelah rusak diterjang banjir,” ujar Paijo.
Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 0707/Wonosobo, yang dinilai bekerja cepat dan maksimal dalam proses renovasi hingga jembatan kembali dapat difungsikan.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Dandim beserta seluruh anggota Kodim 0707/Wonosobo yang telah bekerja keras tanpa kenal lelah. Kini masyarakat bisa kembali melintas dengan aman,” lanjutnya.
Di balik rampungnya renovasi tersebut, tersimpan harapan besar masyarakat agar bencana serupa tidak kembali memutus akses utama warga. Paijo pun mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga fasilitas umum yang telah dibangun bersama.
“Kami berharap masyarakat ikut merawat dan menjaga jembatan ini. Karena jembatan ini sangat penting bagi kehidupan warga Dusun Setana dan sekitarnya,” tegasnya.
Kembalinya fungsi Jembatan Gantung Garuda Stamelo menjadi simbol bangkitnya denyut kehidupan masyarakat Dusun Setana setelah sempat terisolasi akibat bencana. Warga kini kembali bisa menjalankan aktivitas ekonomi, mengangkut hasil pertanian, hingga mengakses layanan pendidikan dan kesehatan dengan lebih mudah.
Acara tasyakuran kemudian ditutup dengan makan bersama yang berlangsung hangat, menjadi simbol kuatnya gotong royong dan kebersamaan warga dalam menghadapi masa sulit hingga bangkit kembali.***
