Kabupaten Bekasi Perkuat Generasi Qur’ani: Sebanyak 267 Santri Khatam Al-Qur’an, Pemkab Tekankan Pembangunan Karakter

Bidik Ekspres.id | Kab Bekasi
Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan komitmennya dalam membangun karakter generasi muda berbasis nilai keagamaan. Hal ini ditunjukkan melalui gelaran Wisuda Akbar Khotmil Qur’an 1447 Hijriah yang diselenggarakan Forum Komunikasi Rumah Tahfizh (FK RTQ) Kabupaten Bekasi di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Minggu 3/5.
Sebanyak 267 santri dari 18 rumah tahfizh resmi dikukuhkan setelah menuntaskan hafalan Al-Qur’an. Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga simbol penguatan fondasi moral di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menegaskan bahwa capaian khatam Al-Qur’an merupakan bukti nyata ketangguhan karakter generasi muda. Ia menilai, proses menghafal Al-Qur’an melatih disiplin, kesabaran, serta konsistensi dalam menjalani proses panjang.
“Khatam Al-Qur’an bukan sekadar capaian hafalan, tetapi mencerminkan ketahanan diri dan komitmen dalam menempuh proses pembelajaran yang tidak mudah,” tegasnya.
Endin juga menyoroti pentingnya nilai-nilai Al-Qur’an sebagai kompas moral di tengah arus perubahan global. Menurutnya, pembangunan daerah tidak bisa hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi harus diimbangi dengan pembangunan karakter masyarakat.
“Al-Qur’an harus menjadi arah dan pegangan agar kita tetap berada pada nilai yang benar di tengah perubahan yang begitu cepat,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menekankan peran strategis rumah tahfizh sebagai pusat pembinaan moral generasi muda. Tidak hanya menjadi tempat belajar membaca dan menghafal, tetapi juga ruang pembentukan pola pikir dan akhlak.
“Pembangunan tidak cukup hanya fisik. Penguatan nilai dan karakter adalah fondasi utama,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua FK RTQ Kabupaten Bekasi, Ahmad Ridho, mengungkapkan bahwa tingginya jumlah peserta menjadi indikator kuat meningkatnya minat masyarakat terhadap pendidikan berbasis Al-Qur’an.
“Sebanyak 267 santri dari berbagai latar belakang berhasil menyelesaikan hafalan. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap pembinaan generasi Qur’ani sangat tinggi,” jelasnya.
Ia berharap dukungan dari pemerintah dan dunia usaha semakin diperluas agar pembinaan rumah tahfizh dapat berkembang lebih merata di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi.
“Harapannya, para santri terus termotivasi menambah hafalan, dari satu juz ke juz berikutnya,” katanya.
Ridho juga menegaskan bahwa model pembinaan di rumah tahfizh memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan pesantren. Mayoritas santri tidak menetap, melainkan mengikuti pembelajaran secara rutin pada sore hari, mulai selepas Asar hingga menjelang Maghrib.
Menurutnya, pola ini justru memperluas jangkauan pembinaan karena dapat diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat tanpa harus meninggalkan aktivitas utama.
Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, Pemkab Bekasi optimistis pembinaan generasi Qur’ani dapat berjalan berkelanjutan dan menjadi pilar penting dalam mencetak sumber daya manusia yang berintegritas.***
Editor: Sugiono
Sumber: Pemkab Bekasi
