Mahasiswa STIT Bandung “Guncang” Desa Pusakajaya Pasirkuda Kabupaten Cianjur: Dari Kampus ke Desa Mahasiswa STIT Bandung Tinggalkan Warisan di Pusakajaya

Bidik Ekspres.id | Kab Cianjur

Kegiatan Kuliah Praktik Pengabdian Masyarakat (KPPM) yang digelar mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Bandung di Desa Pusakajaya, Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur, resmi ditutup. Program ini menjadi bagian konkret implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.

Penutupan KPPM berlangsung dengan suasana hangat dan penuh apresiasi dari berbagai pihak, mulai dari unsur kampus hingga pemerintah desa dan masyarakat setempat. Selama pelaksanaan, mahasiswa dinilai mampu menghadirkan kontribusi nyata di berbagai sektor, mulai dari keagamaan, pendidikan, hingga sosial kemasyarakatan.

Perwakilan STIT Bandung, Sutiana, S.Pd., S.H., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda akademik, melainkan ruang pembuktian peran mahasiswa di tengah masyarakat.
“Mahasiswa harus mampu memberikan kemanfaatan yang maksimal. Tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga pendidikan, sosial, dan berbagai kebutuhan masyarakat lainnya,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Pemerintah Desa Pusakajaya beserta seluruh warga yang telah menerima dan mendukung penuh pelaksanaan KPPM.
“Atas nama institusi, kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa, jajaran pemerintah desa, serta seluruh masyarakat yang telah membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar dan mengabdi secara langsung,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Desa Pusakajaya yang diwakili oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dedi, menyambut baik kehadiran mahasiswa KPPM. Ia menilai program tersebut memberikan dampak positif dan warna baru bagi kehidupan sosial masyarakat desa.

“Kami merasakan langsung manfaat dari kegiatan ini. Mahasiswa tidak hanya hadir, tetapi benar-benar berbaur dan memberikan kontribusi nyata. Harapan kami, kegiatan seperti ini terus berlanjut di masa mendatang,” ungkapnya.

Dari sisi mahasiswa, perwakilan peserta KPPM Jajang, menyampaikan kesan mendalam selama menjalankan pengabdian di Desa Pusakajaya. Mereka mengaku mendapatkan pengalaman berharga yang tidak diperoleh di bangku kuliah.


“Kami belajar langsung dari masyarakat, tentang kehidupan, kebersamaan, dan pengabdian. Ini menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi kami, baik secara akademik maupun secara pribadi,” ujarnya.

Menjelang penutupan, rangkaian kegiatan KPPM turut dimeriahkan dengan berbagai lomba bernuansa islami yang melibatkan masyarakat setempat. Di antaranya lomba pidato, lomba mengaji (tilawah Al-Qur’an), lomba adzan, lomba hafalan surat pendek, serta lomba cerdas cermat keislaman. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat nilai-nilai religius di tengah masyarakat.

Penutupan KPPM ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian pengabdian mahasiswa STIT Bandung di Desa Pusakajaya. Meski demikian, jejak kontribusi dan kolaborasi yang telah dibangun diharapkan terus memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat setempat.***

Editor: Redaksi