Gubernur Dedi Mulyadi Buka Akses Sekolah Unggulan bagi Siswa Miskin, Targetkan Lahir Kelas Menengah Baru di Jabar

Bidik Ekspres.id | Bandung
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menggenjot strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pembukaan akses pendidikan bagi siswa tidak mampu ke sekolah unggulan berbasis industri.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan kebijakan ini ditujukan untuk memutus keterbatasan akses pendidikan berkualitas yang selama ini didominasi kalangan menengah ke atas.
“Akses ini harus melahirkan kelas menengah baru dari Jawa Barat, terutama dari sekolah-sekolah industri unggulan. Selama ini jarang masyarakat ekonomi menengah ke bawah bisa masuk ke sana,” ujar Dedi, yang akrab disapa KDM, usai menghadiri Forum Industri Jawa Barat di Bale Gede Pakuan, Kamis 23/4 yang lalu.
Pada tahap awal, Pemprov Jabar menyiapkan beasiswa bagi 100 siswa tidak mampu untuk mengenyam pendidikan di sekolah unggulan dengan tingkat serapan kerja tinggi di sektor industri. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat hingga 800 penerima dalam waktu dekat.
Menurut Dedi, langkah ini bukan sekadar program bantuan pendidikan, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan tenaga kerja kompeten yang mampu bersaing dan naik kelas hingga level manajerial di dunia industri.
“Kalau mereka masuk sekolah yang tepat, peluang terserap industri besar, kariernya juga bisa berkembang,” tegasnya.

Kebijakan ini mendapat dukungan dari kalangan dunia usaha. Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Barat menilai peningkatan kualitas SDM merupakan kebutuhan mendesak agar industri tetap bertahan dan kompetitif.
Ketua DPP APINDO Jabar, Ning Wahyu Astutik, menyebut langkah Pemprov Jabar sebagai upaya konkret mencetak talenta siap kerja yang dibutuhkan dunia usaha.
“Fokus beliau menciptakan SDM berkualifikasi melalui akses pendidikan gratis bagi siswa berprestasi. Nantinya mereka menjadi talent yang mendukung kebutuhan tenaga kerja industri,” ujarnya.
Forum Industri Jawa Barat sendiri digelar sebagai ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha. Agenda ini membahas berbagai isu krusial, mulai dari kemudahan investasi, peningkatan kualitas tenaga kerja, penguatan rantai pasok lokal, hingga dorongan hilirisasi dan industri hijau berkelanjutan.
Langkah agresif Pemprov Jabar ini menegaskan bahwa pembangunan sektor industri tidak lagi semata soal investasi, tetapi juga tentang memastikan akses yang adil terhadap pendidikan berkualitas—sebagai fondasi lahirnya kelas menengah baru yang lebih inklusif dan berdaya saing.***
Editor: Redaksi
Sumber: Humas Prov Jabar
