Rocky Gerung Hadiri Pelantikan di Istana, Tegaskan Diri Wakil Masyarakat Sipil dan Soroti Peran “Tokoh di Luar Pemerintahan”

Bidik Ekspres.id | Jakarta

Akademisi sekaligus pengamat politik, Rocky Gerung, menghadiri pelantikan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman serta Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat di Istana Negara, Senin 27/4.

Kehadiran Rocky di tengah prosesi kenegaraan tersebut langsung menyita perhatian publik. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan sebagai bagian dari pemerintahan, melainkan sebagai representasi masyarakat sipil.
“Saya sebagai wakil masyarakat sipil diundang untuk menjadi penanda bahwa kabinet itu juga jadi efektif kalau ada tokoh-tokoh, termasuk mantan napi,” ujar Rocky kepada awak media.

Pernyataan tersebut menimbulkan tafsir luas, terutama terkait posisi dan legitimasi figur non-pemerintah dalam lingkar kekuasaan. Rocky secara terbuka menilai bahwa keberagaman latar belakang, termasuk mereka yang pernah tersandung kasus hukum, tidak serta-merta menutup kontribusi terhadap negara.

Ia juga mengungkapkan alasan personal di balik kehadirannya, yakni untuk mendampingi Jumhur Hidayat yang menurutnya memiliki kapasitas intelektual kuat.
“Jumhur itu mantan narapidana. Tapi dia seorang intelektual. Dia belajar tentang perburuhan, ekonomi, lingkungan dari ITB. Jadi karena dia saya kenal, maka saya dampingi itu,” katanya.

Pernyataan Rocky ini sekaligus membuka diskursus publik mengenai batas antara rekam jejak hukum dan kompetensi dalam pengisian jabatan publik. Di satu sisi, narasi rekonsiliasi dan kesempatan kedua digaungkan, namun di sisi lain muncul pertanyaan tentang standar etik dan moral dalam pemerintahan.

Pelantikan pejabat negara di Istana kali ini pun tidak hanya menjadi agenda formal, tetapi juga memantik perdebatan lebih luas soal arah politik inklusivitas dan peran masyarakat sipil dalam mengawal kekuasaan.***

Editor: Redaksi