Kabupaten Bekasi Siaga! Kemarau Panjang Mengintai, Sekda Peringatkan Ancaman Kekeringan dan Krisis Air Bersih

Bidik Ekspres.id | Kab Bekasi

Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diprediksi akan semakin intens dalam waktu dekat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menegaskan bahwa wilayahnya berada dalam kategori rawan bencana, khususnya yang dipicu oleh perubahan cuaca ekstrem.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana tingkat Kabupaten Bekasi yang digelar di halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Cikarang Pusat, Minggu (26/4).

Dalam kesempatan itu, Endin tidak hanya memberikan peringatan, tetapi juga menekankan urgensi langkah konkret dari seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, prediksi musim kemarau tahun ini menunjukkan kecenderungan lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut berpotensi memicu sejumlah dampak serius, mulai dari kekeringan, krisis air bersih, hingga terganggunya sektor pertanian yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.
“Ini bukan sekadar potensi, tetapi ancaman nyata yang harus diantisipasi sejak dini,” tegasnya dengan nada serius.

Ia pun mengingatkan bahwa kesiapsiagaan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah daerah semata. Peran aktif masyarakat dinilai krusial, terutama dalam upaya penghematan penggunaan air serta peningkatan kewaspadaan terhadap berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.

Lebih jauh, Endin menginstruksikan para camat di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi untuk segera melakukan pemetaan daerah-daerah yang berpotensi mengalami kekeringan. Langkah ini dinilai penting sebagai dasar dalam menentukan strategi mitigasi yang tepat sasaran dan efektif.

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, hingga dunia usaha disebut sebagai kunci utama dalam meminimalisir dampak bencana. Dengan kolaborasi yang kuat, penanganan diharapkan dapat dilakukan secara cepat, terukur, dan tepat sasaran.
“Tidak ada ruang untuk bekerja sendiri-sendiri. Semua pihak harus bergerak bersama,” ujarnya.

Peringatan ini menjadi sinyal tegas bahwa ancaman bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bekasi bukan lagi isu musiman biasa, melainkan tantangan serius yang membutuhkan kesiapan kolektif dan respons cepat dari seluruh lapisan.***

Editor: Sugiono
Sumber: Pemkab Bekasi