Pemuda Persis Gelar Muktamar XIV di Soreang Kabupaten Bandung, Berikut Ini Agendanya

Bidik Ekspres.id | Kab Bandung

Pemuda Persatuan Islam (Persis) menggelar Muktamar XIV dengan mengangkat tema “Kepemimpinan Kader Peradaban: Meneguhkan Identitas dan Ruh Gerakan Menuju Visi Dakwah Global 2031”. Acara akbar 5 tahunan ini juga menjadi momentum bersejarah untuk penegasan khitah dan kiprah Pemuda Persis untuk umat dan bangsa Indonesia.

Menurut Ketua Pelaksana Muktamar XIV Pemuda Persis, Ridwan Rustandi, mengusung agenda untuk menentukan arah perjuangan pemuda persis 5 tahun kedepan, laporan pertanggungjawaban periode pengurus yang lalu, dan penentuan nakhoda atau ketua umum baru periode 2026-2031.

“Agenda Muktamar ini dirancang sedemikian rupa diharapkan menjadi forum tertinggi dalam kontek menetapkan keputusan-keputusan organisasi secara keseluruhan secara transparan dan strategis” kata Ridwan Rustandi disela-sela kegiatan Muktamar, Hotel Sutan Radja, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/4/2026).

Ia menambahkan waktu pelaksanaan selama 2 hari dimulai Sabtu (25/4) hingga Minggu (26/4) dan diikuti sekitar 500 delegasi dari pimpinan wilayah, pimpinan daerah, pimpinan cabang seluruh Indonesia.

Menyangkut calon ketua umum, ujar Rustandi, tradisi di Pemuda Persis tidak mengenal pencalonan terbuka dimana tidak ada istilah mencalonkan diri, tetapi calon diusung oleh kader dari berbagai wilayah, daerah, dan cabang yang telah mempunyai kriteria tertentu.

Saat ini jumlah anggota Pemuda Persis yang teregistrasi secara bertahap lewat online sampai saat ini sebanyak 7 ribuan, namun masih berproses dan diperkirakan sekitar 50 ribuan anggota di seluruh Indonesia.

“Pemuda Persis hadir sejak 1936 mempunyai ruh dan napas gerakan yang mempunyai tujuan yang ingin dicapai untuk kemaslahatan umat, maka seluruh kader Pemuda Persis secara bersama-sama dan bahu membahu untuk memastikan tujuan tersebut tercapai,” ungkapnya.

Muktamar XIV Pemuda Persis sendiri akan dilaksanakan di daerah kelahiran Pemuda Persis, Bandung, secara historis dikenal sebagai kota intelektual bahkan kota pergerakan.

 

Editor: Aripudin