Sejarah! Seminar Nasional “Wonosobo Melawan Hoaks” Diserbu Ribuan Peserta

Bidik Ekspres.id l Wonosobo
Untuk pertama kalinya, Gerakan Mantap Pilih Prabowo (GMPP) Wonosobo menggelar Seminar Nasional bertajuk “Wonosobo Melawan Hoaks” di Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung di GOR Universitas Sains Al Qur’an (UNISQ) 2, Mojotengah, dan menyedot antusias ribuan peserta dari berbagai kalangan masyarakat. Sabtu 25/4.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dihadiri sekitar 2.000 peserta.
“Kami sangat mengapresiasi adanya seminar ini, karena materi yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, di era digital saat ini masyarakat dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan media sosial. Namun, masih banyak yang belum bijak dalam menggunakannya sehingga mudah terjebak dalam penyebaran informasi yang belum tentu benar.
Menurutnya, persepsi yang terbentuk di masyarakat sering kali dianggap sebagai kebenaran, padahal belum tentu sesuai fakta. Oleh karena itu, kehadiran narasumber tingkat nasional dinilai sangat penting untuk memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat.

“Ini menjadi momentum penting agar masyarakat lebih bijak dalam bermedia sosial, serta menjadikan platform digital sebagai sarana membangun, bukan memecah belah,” tegasnya.
Afif juga berharap kegiatan ini dapat menjadi pemicu bagi daerah lain di Indonesia untuk menggelar kegiatan serupa, terutama dalam meningkatkan literasi digital di kalangan generasi muda, mulai dari pelajar hingga mahasiswa.
Ia menyoroti fenomena maraknya penyebaran informasi di grup WhatsApp yang sering kali langsung dibagikan tanpa verifikasi, termasuk konten berisi ujaran kebencian, fitnah, hingga provokasi yang merugikan banyak pihak.
“Ini penting, terutama untuk generasi muda agar mampu menyajikan informasi publik yang baik dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator GMPP Nasional, Mantep Abdul Ghoni, mengungkapkan bahwa jumlah peserta yang hadir jauh melampaui target awal.
“Awalnya kami menargetkan sekitar 1.000 peserta, namun ternyata yang hadir mencapai lebih dari 2.200 orang. Ini di luar dugaan dan menunjukkan antusiasme luar biasa masyarakat Wonosobo,” ungkapnya.
Peserta seminar berasal dari berbagai elemen, mulai dari mahasiswa, pengemudi ojek online, santri, pelajar, hingga komunitas digital seperti grup WhatsApp Suara Wonosobo, GNPK Wonosobo, Paseduluran Wonosobo, dan Bisnis Wonosobo. Juga hadir dalam acara ini, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi dan nara sumber seminar lainya.
Menurut Mantep, seminar ini bertujuan untuk membantu pemerintah dalam mensosialisasikan bahaya hoaks serta mendorong masyarakat lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah.
Ia juga menyinggung kecenderungan informasi negatif yang lebih cepat viral dibandingkan kabar positif.
“Kita bukan anti kritik, tapi kita ingin kritik yang konstruktif. Jangan sampai media sosial justru memperkeruh suasana. Harapannya, masyarakat bisa lebih bijak dan ikut menjaga kondusivitas Wonosobo,” pungkasnya.***
