Relawan Prabowo Sekaligus Presiden LSM LIRA Tegaskan, Oknum Pasi Intel Kodim 0316 Batam, Jangan Main Ancam Bunuh Wartawan dan Aktivis

Bidik Ekspres.id | Jakarta
Relawan Prabowo sekaligus Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat), KRH.HM.Jusuf Rizal, SH tegaskan oknum Pasi Intel Kodim 0316 Batam jangan main ancam kerahkan anak buah mau bunuh wartawan dan aktivis. Ingat diatas gunung masih ada langit.
“Kami harap Pamdam XIX, Mayor Jenderal TNI Dr. Agus Hadi Waluyo bisa tertibkan anak buah. Jangan buat malu Presiden Prabowo Subianto. Ko, anggota TNI sudah kayak preman main ancam mau bunuh wartawan dan aktivsĥ,” tegas Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak penggiat anti korupsi
Jusuf Rizal yang juga aktivis pekerja Ketum PWMOI (Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia) itu, lebih lanjut mengatakan lebel TNI itu bukan digunakan untuk menindas rakyat, tapi hustru melindungi rakyat.
Dikatakan adanya prilaku anak buah yang arogan dan main ancam kerahkan anak buah mau bunuh aktivis dan wartawan telah membuat malu Pangdam XIX, Mayor Jenderal TNI,Dr.Agus Hadi Waluyo. Oknum Pasi Intel Kodim 0316 Batam layak diberi sanksi

Mayor Jenderal TNI Dr.Agus Hadi Waluyo menjadi Pangdam XIX/Tuanku Tambusai (yang membawahi wilayah Kepulauan Riau) tergolong baru sehingga belum mampu memantau kelakuan negatif anak buahnya dilapangan seperti di Batam.
Beliau dilantik oleh Presiden RI, Prabowo Subianto pada Agustus 2025 dan aktif menjabat pada tahun 2026, guna memimpin Kodam baru yang berfokus pada pertahanan di wilayah Riau dan Kepulauan Riau
Jusuf Rizal, keturunan Raja Sumenep, Arya Wiraraja, Ketum Ormas Masyarajat Madura Asli (Madas) Nusantara dikenal vokal serta memiliki jaringan luas. Jika tidak ditangani serius oleh Pamdam XIX bisa memicu konflik yang dapat menimbulkan instabilitas di Batam. Sebab oknum TNI diduga LSM LIRA Banyak juga membekingi praktek illegal di Batam.
Secara kronologis munculnya ancaman pembunuhan yang dilakukan oknum Pasi Intel Kodim 0316 Batam kepada aktivis dan Gubernur LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat), Yusril Koto, karena memuat berita di media www.liranews.com tentang penolakan warga dalam pembangunan Bagunan Koperasi Merah Putih yang menggunakan Fasum aktif milik warga.
Atas keluhan Ketua RW 009 dan warga Perumahan Bida Asri 1 terhadap pembangunan Koperasi Merah Putih di atas lahan Fasilitas Umum (Fasum) aktif itu, mereka melaporkan ke LSM LIRA Kepri.
“Saya hanya menyampaikan aspirasi warga. Alangkah bijaknya jika koperasi menggunakan lahan lain, bukan mengorbankan fasum aktif milik warga. Namun, kritik ini justru direspons dengan ancaman oleh oknum Pasi Intel seolah-olah saya menekan atau mengganggu mereka,” tegas Yusril Koto kepada media di Batam
Atas ancaman pembunuhan itu, Gubernur LSM LIRA Kepulauan Riau (Kepri), Yusril Koto, secara terbuka meminta perlindungan hukum kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan sejumlah petinggi negara setelah mengaku memperoleh ancaman pembunuhan melalui telepon dari oknum Pasi Intel Kodim 0316 Batam pada Kamis (23/04/2026) yang akan mengerahkan anak buahnya menghabisinya.
Sebelum ancaman terjadi, Yusril mengaku dihubungi oleh anggota Intel Kodim 0316 Batam bernama Ardi terkait pemberitaan di media www.liranews.com
Atas kejadian itu DPP LSM LIRA dan PWMOI juga merencanakan melaporkan masalah ini ke Propam Militer di Jakarta
