Pemkab Bekasi Tegaskan Komitmennya Kebut Program Makan Bergizi, 453 Ribu Anak Terjangkau, Tantangan Rantai Pasok Mengemuka

Bidik Ekspres.id | Kab Bekasi

Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan komitmennya mempercepat program makan bergizi sebagai upaya strategis meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan. Penegasan itu disampaikan dalam Festival Aspirasi Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI bertajuk “Dari Dapur ke Masa Depan” di Gedung Wibawa Mukti, Senin 20/4.

Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, melalui Sekretaris Daerah Endin Samsudin, menyatakan pemenuhan gizi sejak tingkat rumah tangga menjadi fondasi krusial dalam membangun generasi unggul.
“Tema yang diusung mencerminkan pentingnya peran pemenuhan gizi sebagai dasar membentuk generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan unggul,” ujar Endin dalam sambutannya.

Dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 3,5 juta jiwa yang tersebar di 23 kecamatan, 8 kelurahan, dan 179 desa, Kabupaten Bekasi menghadapi tantangan kompleks dalam memastikan akses gizi merata. Kelompok anak-anak, ibu hamil, dan balita menjadi prioritas intervensi pemerintah daerah.

Data per 19 April 2026 menunjukkan program makan bergizi gratis telah menjangkau 453.594 anak dari jenjang PAUD hingga SMP. Selain itu, intervensi pada periode seribu hari pertama kehidupan turut menyasar 10.370 ibu hamil dan 19.891 ibu menyusui.

Dari sisi infrastruktur layanan, pemerintah daerah telah membentuk 282 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 23 kecamatan dan 90 desa. Namun, baru 92 unit yang mengantongi sertifikasi standar laik higiene sanitasi (SLHS), mengindikasikan masih adanya pekerjaan rumah dalam aspek standar keamanan pangan. Meski demikian, hingga kini belum tercatat kejadian luar biasa akibat keracunan makanan.

Di balik capaian tersebut, sejumlah kendala struktural masih mengemuka. Pemerintah daerah mengakui belum meratanya sertifikasi SPPG, persoalan efisiensi rantai pasok bahan baku, serta pengelolaan limbah makanan yang belum optimal.
“Kami memandang perlu percepatan penyusunan payung hukum terkait tata kelola dan rantai pasok pangan agar program ini berjalan lebih terintegrasi,” kata Endin.

Ke depan, Pemkab Bekasi mendorong penguatan ekosistem pangan berbasis lokal dengan melibatkan petani, peternak, UMKM, hingga BUMDes dalam rantai distribusi. Selain itu, penguatan sistem berbasis data dinilai krusial untuk memastikan program berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI sekaligus perwakilan BAM DPR RI, H. Obon Tabroni, menilai Festival Aspirasi menjadi forum strategis untuk menyerap masukan publik terhadap implementasi program Badan Gizi Nasional.
“Forum ini penting untuk menampung saran dan kritik guna perbaikan program ke depan,” ujarnya.

Melalui forum ini, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pemangku kepentingan diharapkan semakin solid dalam mendorong lahirnya generasi sehat dan berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.***

Editor: Sugiono
Sumber: Pemkab Bekasi