Helikopter Airbus PK-CFX Jatuh di Sekadau Kalimatan Barat, Delapan Orang Dinyatakan Tewas Setelah Hilang Kontak Lima Menit Usai Lepas Landas

Bidik Ekspres.id | Kalimantan Barat
Helikopter jenis Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX milik PT Matthew Air Nusantara dilaporkan jatuh di wilayah Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, setelah sebelumnya hilang kontak hanya lima menit usai lepas landas. Seluruh delapan orang di dalam helikopter tersebut dinyatakan meninggal dunia.
Informasi resmi dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan menyebutkan helikopter lepas landas dari area perkebunan PT Citra Mahkota di Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, pada Kamis (16/4/2026) pukul 08.34 WIB dengan tujuan Kabupaten Kubu Raya. Namun pada pukul 08.39 WIB, pesawat dilaporkan hilang kontak setelah tidak lagi terpantau radar dan gagal melakukan komunikasi radio rutin.
Basarnas Command Center kemudian mendeteksi sinyal darurat melalui satelit LEOSAR dalam sistem COSPAS-SARSAT pada pukul 09.15 WIB. Sinyal berasal dari perangkat Emergency Locator Transmitter (ELT) helikopter yang mengarah ke wilayah sekitar Desa Tapang Tingang, Kabupaten Sekadau, dengan jarak sekitar 81,5 nautical mile dari Bandara Supadio.
Secara administratif, lokasi pancaran sinyal darurat berada di koordinat sekitar 0°12’0.00″ LS dan 110°44’0.00″ BT, yang memperkuat dugaan titik jatuh helikopter berada di kawasan hutan perbatasan Melawi–Sekadau.
Kepastian jatuhnya helikopter sekaligus kondisi seluruh korban disampaikan aparat kepolisian setempat. Kabag Ops Polres Sekadau, Sugianto, menyatakan seluruh penumpang dan kru yang berada di dalam helikopter dinyatakan meninggal dunia.
“Untuk titik koordinat sudah ditemukan dan semuanya dinyatakan meninggal,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat 17/4.

Helikopter tersebut mengangkut delapan orang, terdiri dari dua kru dan enam penumpang. Kru penerbangan tercatat masing-masing pilot Captain Marindra W dan Engineer on Board (EOB) Harun Arasyid. Sementara enam penumpang diketahui bernama Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.
Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan penerbangan sipil di wilayah Kalimantan yang didominasi medan hutan lebat dan akses darat terbatas, sehingga transportasi udara menjadi tulang punggung mobilitas logistik dan pekerja di kawasan perkebunan serta pertambangan. Tim gabungan Basarnas, kepolisian, dan unsur terkait masih melakukan proses evakuasi korban serta pendalaman penyebab kecelakaan. ***
Editor: Redaksi
