Hizbullah Setujui Gencatan Senjata dengan Israel, Peringatkan Risiko Pelanggaran dan Minta Warga Tunda ke Lebanon Selatan

Bidik Ekspres.id | Beirut

Kelompok milisi Hizbullah menyatakan persetujuannya terhadap gencatan senjata dengan Israel, namun menegaskan kesepakatan tersebut hanya berlaku efektif jika kedua pihak benar-benar mematuhi seluruh ketentuan yang telah disepakati.

Pejabat senior Hizbullah Mahmoud Qamati, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin pengalaman serupa pada kesepakatan sebelumnya terulang kembali, ketika menurutnya hanya satu pihak yang mematuhi perjanjian.
“Kami setuju gencatan senjata, namun tidak akan mengulangi pengalaman 2024 ketika satu pihak patuh sementara Israel mengingkari kewajibannya,” ujar Qamati dalam pernyataan resminya.

Ia menambahkan bahwa Hezbollah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pelanggaran di lapangan. Bahkan, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan ke wilayah Lebanon Selatan karena situasi keamanan dinilai belum sepenuhnya stabil.

Pernyataan tersebut muncul di tengah implementasi gencatan senjata sementara antara Israel dan Lebanon yang dimaksudkan untuk meredakan eskalasi konflik lintas perbatasan yang telah menimbulkan korban jiwa besar dan gelombang pengungsian dalam beberapa pekan terakhir.

Meski demikian, berbagai pihak masih meragukan daya tahan kesepakatan tersebut karena aktivitas militer di sejumlah titik dilaporkan belum sepenuhnya berhenti.

Sebelumnya, Hezbollah juga menegaskan bahwa keberadaan pasukan Israel di wilayah Lebanon dapat menjadi alasan legitim bagi perlawanan jika dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata. Pernyataan ini menunjukkan bahwa situasi di kawasan perbatasan masih berada dalam kondisi rawan dan berpotensi kembali memanas sewaktu-waktu.

Hingga kini, komunitas internasional terus mendorong kedua pihak menjaga komitmen terhadap gencatan senjata guna mencegah meluasnya konflik regional yang lebih besar di kawasan Timur Tengah.***

Editor: Redaksi
Sumber: Berbagai Sumber