Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf Serukan Hentikan Perang Global: “Kalau Konflik Terus Berlanjut, Kita Semua Akan Ikut Sengsara”

Bidik Ekspres.id | Kab Kediri
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyerukan penghentian perang dan kekerasan di tengah meningkatnya eskalasi konflik global yang kian meluas dampaknya ke berbagai negara. Seruan tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama saat menghadiri kegiatan di Pesantren Lirboyo, Kediri, pada Selasa 15/4 yang lalu.
Dalam pernyataannya, Gus Yahya menegaskan bahwa perang tidak lagi berdampak terbatas pada wilayah konflik seperti masa lalu. Menurutnya, karakter perang modern membawa konsekuensi luas yang dirasakan hampir seluruh negara di dunia.
“Kalau tidak dihentikan, kita semua akan ikut sengsara,” tegasnya.

Ia menjelaskan, konflik global saat ini memicu dampak sistemik lintas sektor, mulai dari krisis energi, tekanan ekonomi global, hingga gangguan stabilitas sosial di berbagai kawasan, termasuk negara yang tidak terlibat langsung dalam peperangan.
Gus Yahya juga mengingatkan masyarakat agar tidak memandang perang sebagai tontonan biasa. Di balik setiap ledakan dan serangan, kata dia, terdapat manusia yang menjadi korban—kehidupan keluarga yang hancur dan masa depan yang terancam.
“Memperjuangkan perdamaian bukan tanda kelemahan. Justru itu kepentingan bersama yang harus diutamakan,” ujarnya.
Sebagai respons terhadap situasi global tersebut, PBNU terus melakukan konsolidasi internal sekaligus mengajak seluruh elemen bangsa meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak lanjutan konflik internasional yang berpotensi memengaruhi stabilitas nasional.***
Editor: Redaksi
