Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Dorong Nikah Sederhana untuk Gen Z, Siapkan Surat Edaran Meski Berpotensi Tuai Pro-Kontra

Bidik Ekspres.id | Bandung

Rencana Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait anjuran pesta pernikahan sederhana bagi generasi muda langsung menyita perhatian publik dan menuai respons positif dari berbagai kalangan.

Gagasan tersebut dinilai sebagai langkah realistis di tengah tekanan sosial dan ekonomi yang kerap membebani pasangan muda, khususnya generasi Z (Gen Z), yang sering dihadapkan pada tuntutan gaya hidup serba mewah, termasuk dalam penyelenggaraan pesta pernikahan.

Wacana ini disampaikan Dedi saat menghadiri acara Dies Natalis UIN Sunan Gunung Djati Bandung di UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Rabu 08/04 yang lalu.

Dalam sambutannya, ia secara tegas mengingatkan agar anak muda tidak memaksakan diri menggelar pesta pernikahan mewah apabila kondisi ekonomi keluarga tidak mendukung.
“Sudahlah, anak-anak Gen Z ini, yang sekarang mau nikah, kalau orang tuanya tidak mampu, tidak perlu memaksakan hajatan. Saya menyarankan nggak usah. Saya mau bikin Surat Edaran (SE), pasti diprotes,” ujar Dedi.

Pernyataan tersebut diduga berangkat dari fenomena sosial yang belakangan marak terjadi, mulai dari tekanan gaya hidup hingga kasus pernikahan yang berujung pada persoalan ekonomi, bahkan konflik keluarga.

Dedi juga menyinggung pengalaman pribadinya sebagai refleksi. Ia mengaku menjalani pernikahan dengan kemampuan sendiri tanpa membebani orang tua, sebagai contoh bahwa esensi pernikahan tidak terletak pada kemewahan pesta, melainkan pada kesiapan dan tanggung jawab pasangan.

Langkah ini dipandang sebagai upaya membangun kesadaran baru di tengah masyarakat, bahwa pernikahan sederhana bukanlah hal yang memalukan, melainkan pilihan bijak demi kestabilan ekonomi keluarga di masa depan.

Meski demikian, rencana penerbitan Surat Edaran tersebut diprediksi akan memicu pro dan kontra di tengah masyarakat, terutama dari pelaku usaha jasa pernikahan yang selama ini bergantung pada industri pesta berskala besar.***

Editor: Redaksi