Revitalisasi Sekolah Digeber! Pemerintah Prioritaskan Wilayah 3T, Infrastruktur Pendidikan Diperkuat

Bidik Ekspres.id | Jakarta
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempertegas komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang merata dan bermutu dengan memprioritaskan revitalisasi sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah terdampak bencana pada tahun 2026.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari program besar yang pada 2025 telah menjangkau lebih dari 16 ribu satuan pendidikan dengan total anggaran mencapai Rp16,9 triliun. Angka tersebut menjadi bukti konkret keseriusan pemerintah dalam membenahi infrastruktur pendidikan dari level paling dasar.
Dampak program ini mulai dirasakan di berbagai daerah, salah satunya di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Di SMP Negeri 1 Gembong, perubahan signifikan terjadi setelah revitalisasi dilakukan. Sekolah yang sebelumnya menghadapi persoalan atap bocor hingga mengganggu kegiatan belajar mengajar, kini telah memiliki ruang kelas yang layak, laboratorium komputer, serta fasilitas sanitasi yang memadai.

Revitalisasi ini ditegaskan bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan yang kondusif. Lingkungan belajar yang aman dan nyaman dinilai menjadi kunci penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bagi peserta didik.
“Ini bukan hanya soal gedung, tetapi bagaimana kita memastikan anak-anak Indonesia bisa belajar dengan layak dan bermartabat,” demikian semangat yang diusung dalam program tersebut.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, program revitalisasi ini diharapkan mampu menjadi fondasi kokoh dalam mencetak generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, serta memiliki daya saing tinggi di masa depan.***
Editor: Redaksi
