Bupati Bandung Kang DS dan Bunda PAUD Wakili Indonesia di Forum Pendidikan Anak ASEAN

Bidik Ekspres.id | Kab Bandung

Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama Bunda PAUD Kabupaten Bandung Emma Dety Permanawati tampil di ajang internasional Joint Roadmap atau peta jalan sebagai upaya memperkuat layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) di kawasan Asia Tenggara.

Kedua pasangan suami istri ini didapuk oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemedikdasmen) untuk menjadi perwakilan Indonesia dalam menerima Dokumen ASEAN-SEAMEO Joint Roadmap on Early Childhood Care and Education (ECCE) in Southeast Asia, di Sultan Hotel Tanah Abang Jakarta, Kamis (9/4/2026).

“Dokumen yang kami terima ini merupakan pedoman bagi upaya kolektif kawasan dalam mewujudkan akses berkeadilan dan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Asia Tenggara,” kata Bupati Bandung.

Peluncuran dokumen strategis yang merupakan hasil kolaborasi Kemendikdasmen bersama Sekretariat ASEAN dan Sekretariat SEAMEO ini bertujuan untuk menyediakan kerangka kerja komprehensif, sebagai acuan perencanaan dan pengembangan pendidikan, serta pengasuhan anak usia dini di tingkat nasional maupun regional.

Sementara Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan roadmap ini menjadi langkah strategis untuk mendorong peningkatan kualitas layanan PAUD secara terintegrasi lintas negara.

“Roadmap ini berlandaskan tujuh area prioritas utama: memperluas akses yang merata, meningkatkan kualitas program dan pengalaman belajar, memperkuat tenaga pendidik ECCE, meningkatkan tata kelola dan kolaborasi lintas sektor, memberdayakan keluarga dan masyarakat, memanfaatkan inovasi digital, serta memastikan pembiayaan yang berkelanjutan,” papar Mu’ti dalam konferensi pers.

Mu’ti menyebut peluncuran roadmap ini merupakan wujud komitmen bersama negara-negara ASEAN untuk memajukan PAUD sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.

Menteri menambahkan, dokumen ini tidak hanya menjadi acuan strategis, tetapi juga panduan praktis yang bisa diadaptasi oleh masing-masing negara sesuai konteks nasional.

“Tersusunnya dokumen ini mencerminkan visi bersama dan tanggung jawab kolektif kita untuk memajukan layanan PAUDdi kawasan,” kata Mu’ti.

Menurutnya, roadmap ini merupakan tindak lanjut dari Deklarasi Pemimpin ASEAN tentang ECCE yang telah diadopsi.

“Berdasarkan komitmen bersama tersebut, penyusunan roadmap ini merupakan langkah konkret untuk menerjemahkan aspirasi menjadi aksi yang terkoordinasi dan terukur,” ungkap Mu’ti.

Ia menekankan tantangan utama saat ini bukan lagi pada komitmen, melainkan implementasi di lapangan.

“Meskipun komitmen ini memberikan fondasi yang kuat, tantangan kita bersama terletak pada implementasi yang efektif. Sangat penting bagi kita untuk melampaui komitmen kebijakan menuju hasil nyata yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh anak,” tandasnya.

Roadmap ini juga dilengkapi dengan pendekatan implementasi yang terstruktur, mulai dari analisis hingga evaluasi.

“Ketujuh prioritas tersebut didukung oleh pendekatan bertahap yang mencakup analisis situasi, pengembangan kebijakan, implementasi, pemantauan dan evaluasi, serta berbagi pengetahuan,” papat Mu’ti.

Pendekatan ini diharapkan dapat membantu negara-negara ASEAN memperkuat sistem PAUD secara berkelanjutan dan berbasis bukti.

Mu’ti menyebut Indonesia berperan sebagai inisiator dalam penyusunan roadmap ini. “Yang ini merupakan peta jalan yang dibuat bersama oleh negara-negara ASEAN dengan Indonesia sebagai host atau sebagai inisiatifnya,” kata dia.

Ia menegaskan roadmap ini juga sejalan dengan program nasional, termasuk penguatan pendidikan sejak usia dini.

Mu’ti pun berharap roadmap ini tidak hanya menjadi dokumen kebijakan, tetapi mampu mendorong aksi nyata di seluruh negara ASEAN. ***

Editor: Aripudin