Pemerintah Putuskan Pangkas Skema MBG: Bantuan Makan Gratis Kini Hanya untuk Hari Sekolah, Libur Dihentikan

Bidik Ekspres.id | Jakarta
Pemerintah resmi mengubah skema penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menghentikan distribusi pada hari libur dan memfokuskannya hanya saat kegiatan belajar berlangsung di sekolah. Kebijakan ini diambil setelah evaluasi lintas kementerian dan lembaga menemukan adanya ketidakefektifan dalam penyaluran bantuan di luar hari aktif sekolah.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa penyesuaian ini dilakukan demi meningkatkan ketepatan sasaran sekaligus efisiensi program nasional tersebut. Menurutnya, sebelumnya MBG sempat disalurkan selama enam hari, termasuk hari libur, namun hasil evaluasi menunjukkan distribusinya tidak optimal.
“Dalam rangka perbaikan dan efektivitas pelaksanaan, sebelumnya MBG diberikan selama enam hari, termasuk hari libur. Namun itu ternyata kurang efektif. Oleh karena itu, kita putuskan MBG hanya diberikan saat hari sekolah, ketika murid benar-benar hadir, yaitu lima hari,” ujar Zulhas dalam rapat koordinasi terbatas di Jakarta, Kamis 2/4 yang lalu.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan
Ia menjelaskan, penyaluran pada masa libur, termasuk saat libur Lebaran, dinilai tidak tepat sasaran karena sebagian besar siswa tidak berada di lingkungan sekolah. Kondisi ini menyebabkan distribusi bantuan tidak maksimal dan berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran.
“Kalau libur Lebaran, pemberian MBG juga tidak efektif. Jadi ke depan, tidak ada lagi penyaluran saat libur, hanya pada hari sekolah,” tegasnya.
Kebijakan baru ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola program MBG yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan gizi anak sekolah. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan setiap bantuan benar-benar diterima oleh siswa yang berhak secara tepat waktu dan tepat sasaran.***
Editor: Redaksi
