Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Soreang, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Roberth Rouw Ingin Pastikan sesuai Rencana dan Tepat Waktu

Bidik Ekspres.id | Kab Bandung

Komisi V DPR RI melaksanakan kunjungan kerja spesifik dengan agenda peninjauan langsung pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Barat 2 yang berlokasi di Soreang. Kegiatan ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap program pemerintah pusat, khususnya dalam memastikan pembangunan sarana pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Bandung berjalan sesuai rencana, baik dari sisi kualitas konstruksi maupun target waktu penyelesaian yang telah ditetapkan.

Dalam peninjauan tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw, menyampaikan bahwa kehadiran Komisi V bukan hanya sebagai bentuk pengawasan, tetapi juga dukungan terhadap program strategis pemerintah di sektor pendidikan. Ia menekankan pentingnya melihat langsung kondisi di lapangan agar DPR dapat memastikan bahwa pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok ekonomi lemah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan.

“Komisi V hadir melihat progres pembangunan sekolah rakyat ini. Ini salah satu program Bapak Presiden yang sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan,” ujar Roberth Rouw. Ia menilai, program Sekolah Rakyat menjadi jawaban atas persoalan ketimpangan akses pendidikan yang masih dirasakan masyarakat tidak mampu, yang kerap kali tidak memiliki pilihan selain menghentikan pendidikan karena keterbatasan biaya sejak tingkat dasar.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsep Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan ruang belajar, tetapi juga menghadirkan fasilitas pendukung yang lengkap. Mulai dari penginapan bagi siswa, layanan pendidikan yang terintegrasi, hingga fasilitas kesehatan yang seluruhnya dijamin oleh negara. Menurutnya, hal ini menjadi bukti konkret kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan dan kesempatan yang setara bagi seluruh warga negara untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa terkendala faktor ekonomi.

Dari sisi pembangunan fisik, Roberth mengungkapkan bahwa progres proyek menunjukkan perkembangan yang positif. Pondasi utama telah selesai dikerjakan dengan struktur yang dinilai kuat dan sesuai standar teknis, sehingga memberikan keyakinan bahwa bangunan akan kokoh dalam jangka panjang. Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah menargetkan penyelesaian proyek ini pada bulan Juni, dengan memanfaatkan teknologi percepatan pembangunan agar seluruh tahapan dapat diselesaikan tepat waktu tanpa mengurangi kualitas.

“Bapak Presiden ingin selesai pada bulan Juni. Sekarang ada teknologi untuk percepatan pembangunan, dan semua yang dilakukan tidak menjadi masalah ke depan,” katanya. Ia optimistis, dengan dukungan teknologi dan pengawasan yang ketat, pembangunan Sekolah Rakyat ini dapat selesai sesuai target dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
Selain itu, ia menambahkan bahwa Kabupaten Bandung direncanakan akan mendapatkan dua Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program pemerintah pusat. Namun demikian, pihaknya akan terus mendorong agar program ini tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, melainkan juga diperluas ke daerah lain, termasuk wilayah terpencil seperti Papua dan Kalimantan, sehingga prinsip pemerataan pembangunan benar-benar dapat terwujud.

“Ini program pemerintah pusat di bawah kementerian dan merupakan program yang hebat. Ke depan, anak didik tidak hanya dibentuk dari sisi pendidikan, tetapi juga akhlak dan karakter, agar menjadi generasi Indonesia yang pintar, berakhlak, dan berkarakter,” ujarnya. Dengan demikian, Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan. ***

Editor: Aripudin