Jembatan Gantung Stamelo Wonosobo Dikebut Usai Lebaran, Progres Tembus 85 Persen: Akses Vital Dua Kecamatan Segera Pulih

Bidik Ekspres.id l Wonosobo

Setelah libur Lebaran, pengerjaan Kodim 0707/Wonosobo terhadap Jembatan Gantung Stamelo yang menghubungkan Dusun Melokan, Desa Kalidadap, Kecamatan Wadaslintang dengan Dusun Stana, Desa Kaliguwo, Kecamatan Kaliwiro kembali dikebut. Hingga Senin (30/3/2026), progres pembangunan jembatan strategis tersebut telah mencapai 85 persen dan kini masuk tahap persiapan finishing.

Jembatan gantung yang melintasi Sungai Luk Ulo ini menjadi salah satu infrastruktur vital bagi masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Wonosobo karena menghubungkan dua kecamatan yang selama ini sangat bergantung pada jalur tersebut untuk aktivitas harian, mulai dari sekolah, pertanian, hingga distribusi hasil bumi.

Komandan Kodim 0707/Wonosobo, Letkol Inf Yoyok Suyitno, menjelaskan bahwa pengerjaan pondasi tiang panjang telah selesai dan saat ini tim konstruksi mulai menyiapkan tahap akhir pembangunan.

“Setelah menunggu sekitar dua minggu agar cor beton benar-benar kering dan kuat, sekarang kami mulai masuk tahap finishing,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan Jembatan Stamelo memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dibanding proyek jembatan gantung sebelumnya di Sindupaten, Kecamatan Kertek.

Tantangan utama berasal dari karakter Sungai Luk Ulo yang dinamis dan kerap berubah alur saat banjir besar datang.

“Karena arus sungai bisa berpindah-pindah setiap tahun saat banjir, kami harus melakukan normalisasi sungai terlebih dahulu sebelum membangun struktur utama. Ini penting agar jembatan benar-benar kuat dan tahan lama,” tegasnya.

Jembatan Stamelo sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang yang berulang kali menerjang kawasan tersebut.

Kondisi itu sempat membuat akses warga terputus total, termasuk anak-anak sekolah dan petani yang setiap hari bergantung pada jalur penyeberangan tersebut.

Dengan progres yang sudah mendekati rampung, masyarakat berharap jembatan segera dapat difungsikan kembali agar mobilitas antardesa dan antarkecamatan kembali normal.

Pengerjaan tahap kedua ini sekaligus melanjutkan keberhasilan pembangunan jembatan gantung tahap pertama di Sindupaten, yang telah lebih dulu diresmikan bulan lalu. Kehadiran dua jembatan ini dinilai menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam memperkuat konektivitas wilayah rawan bencana di selatan Wonosobo.***