Lautan Manusia Padati Festival Balon Udara Wonosobo, 198 Polisi Turun Tangan Amankan Pusat Kota

Bidik Ekspres.id l Wonosobo
Ribuan warga memadati kawasan Alun-Alun Wonosobo sejak pagi hari saat puncak Festival Mudik Balon Udara 2026 digelar, Minggu (29/3).
Lonjakan pengunjung yang datang dari berbagai daerah membuat Polres Wonosobo menerjunkan 198 personel untuk melakukan pengamanan penuh di seluruh area pusat kota.
Sejak jalur masuk menuju lokasi acara, antrean kendaraan terlihat mengular.
Sejumlah ruas jalan utama di pusat Wonosobo dipadati kendaraan roda dua maupun roda empat yang membawa pengunjung untuk menyaksikan atraksi puluhan balon udara tradisional yang menghiasi langit kota.
Petugas kepolisian bersama unsur gabungan disebar di berbagai titik strategis, mulai pintu masuk alun-alun, jalur pedestrian, area parkir, hingga simpang-simpang utama untuk mengantisipasi kemacetan dan potensi gangguan keamanan.

Wakapolres Wonosobo Agustinus David Putraningtyas menegaskan pengamanan dilakukan maksimal karena festival tahunan ini selalu menjadi magnet besar masyarakat saat musim mudik Lebaran.
“Polres Wonosobo menerjunkan 198 personel, dibantu dari instansi lain, untuk melaksanakan pengamanan kegiatan ini, termasuk pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi,” ujarnya.
Selain pengamanan terbuka, aparat juga melakukan rekayasa arus kendaraan untuk mengurai kepadatan yang sempat terjadi di sejumlah akses menuju pusat kota.
Pengunjung diarahkan ke kantong-kantong parkir alternatif agar arus kendaraan tetap bergerak.
Kepadatan massa juga menjadi perhatian utama aparat. Petugas terus melakukan patroli di area kerumunan guna mengantisipasi kehilangan anak, tindak kriminal, hingga desakan penonton di sekitar titik utama festival.
“Kami berharap event ini dapat berjalan lancar dan sukses, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang hadir,” tambahnya.
Festival balon udara tahun ini kembali menjadi salah satu agenda paling ramai di Wonosobo, bukan hanya menghadirkan atraksi budaya, tetapi juga memicu lonjakan aktivitas ekonomi warga, mulai pedagang kaki lima, UMKM, hingga jasa parkir yang tersebar di sekitar lokasi.***
