Jalur Alternatif Makan Korban, Sebuah Travel Angkut Pemudik Asal Karawang Alami Kecelakaan Maut di Majalengka, 5 Orang Tewas

Bidik Ekspres.id | Kab Majalengka
Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah mobil travel mengangkut rombongan pemudik terjadi di wilayah Kabupaten Majalengka. Insiden tragis ini menewaskan sedikitnya lima orang dan menyebabkan belasan lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan bervariasi.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, kendaraan travel tersebut membawa total 20 penumpang yang seluruhnya merupakan warga Karawang. Identitas korban diketahui dari kartu tanda penduduk (KTP) yang ditemukan petugas di lokasi kejadian.
Rombongan pemudik diketahui tengah melakukan perjalanan menuju Tasikmalaya dalam rangka arus mudik Lebaran. Namun dalam perjalanan pulang, mereka memilih melintasi jalur alternatif melalui Pangandaran dan memasuki wilayah Majalengka sebelum kecelakaan terjadi.
Seluruh korban langsung dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat. Sekitar separuh korban dirawat di RS Talaga, sementara lainnya mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Cikijing.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Dugaan sementara mencakup faktor kelelahan pengemudi, kondisi jalan, hingga kemungkinan kelebihan muatan. Petugas juga masih melakukan pendataan lanjutan terhadap seluruh korban.
Jalur Alternatif: Cepat, Tapi Berisiko
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras bahwa jalur alternatif mudik, khususnya di wilayah selatan Jawa Barat, kerap memiliki karakteristik jalan yang berliku, menanjak, dan minim penerangan. Dalam kondisi padat arus mudik, risiko kecelakaan meningkat signifikan.
Edukasi untuk Masyarakat: Waspada Saat Mudik
Agar kejadian serupa tidak terulang, masyarakat diimbau untuk memperhatikan hal-hal berikut:
• Pastikan kondisi kendaraan laik jalan, terutama rem, ban, dan sistem kemudi
• Hindari kelebihan kapasitas penumpang yang dapat mengganggu keseimbangan kendaraan
• Pengemudi wajib beristirahat cukup, idealnya setiap 3–4 jam perjalanan
• Kenali rute perjalanan, terutama jalur alternatif yang minim rambu dan penerangan
• Gunakan sabuk pengaman bagi seluruh penumpang, termasuk di kursi belakang
Momentum mudik Lebaran seharusnya menjadi perjalanan penuh kebahagiaan. Namun kelalaian sekecil apa pun dapat berujung fatal. Keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama di atas kecepatan dan efisiensi perjalanan.***
Editor: Redaksi
