Kapolsek Pakenjeng Polres Garut Duel Lawan Preman Kampung di Garut, Video 4 Menit Viral: Ancaman Pembunuhan Berujung Perkelahian

Bidik Ekspres.id | Kab Garut
Insiden perkelahian antara Kapolsek Pakenjeng dengan seorang preman kampung menggegerkan masyarakat setelah video amatir berdurasi lebih dari empat menit beredar luas di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (13/3/2026) di wilayah Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Dalam rekaman yang viral itu, terlihat Kapolsek Pakenjeng, Iptu Muslih Hidayat, masih mengenakan seragam dinas lengkap saat terlibat adu fisik dengan seorang pria yang diketahui bernama Tito Kobra, sosok yang disebut-sebut sebagai preman di wilayah tersebut.
Video tersebut memperlihatkan keduanya terlibat cekcok hingga berujung duel fisik di lokasi kejadian. Kapolsek tampak berusaha mengendalikan situasi dan melumpuhkan pria tersebut setelah terjadi adu argumen yang memanas.
Kepada wartawan, Muslih menjelaskan bahwa insiden tersebut merupakan buntut dari penertiban yang dilakukan pihak kepolisian beberapa hari sebelumnya terhadap sekelompok pemuda yang melanggar imbauan selama bulan Ramadan.
Ia menceritakan, sekitar sepuluh hari sebelum kejadian, dirinya baru saja menghadiri kegiatan Safari Ramadan dan melanjutkan patroli ke sekitar area Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Pakenjeng.
Saat melintas di lokasi tersebut, Muslih merasa curiga setelah melihat sejumlah sepeda motor terparkir tanpa pemilik.
“Ketika kami cek ke bawah, ternyata ada sekitar delapan orang pemuda yang sedang berkumpul dan mengonsumsi minuman keras pada siang hari di bulan Ramadan, atau yang biasa disebut masyarakat sebagai ‘mokel’,” kata Muslih, Sabtu (14/3/2026).

Para pemuda tersebut kemudian didata dan diberikan pembinaan di tempat, termasuk sanksi fisik berupa push-up karena melanggar imbauan menjaga ketertiban selama Ramadan.
Datangi Kapolsek Saat Bagi Takjil
Menurut Muslih, persoalan sebenarnya sempat dianggap selesai. Namun pada Jumat (13/3), Tito Kobra tiba-tiba mendatangi dirinya yang sedang mengikuti kegiatan berbagi takjil bersama komunitas pemuda di Pakenjeng.
Dalam pertemuan itu, Tito menyampaikan keberatan atas tindakan penertiban sebelumnya. Ia mengaku merasa dipermalukan oleh aparat saat dilakukan pembinaan bersama kelompoknya.
Muslih mengaku telah mencoba menjelaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari tugas kepolisian dalam menjaga ketertiban masyarakat, sesuai maklumat bersama yang ditandatangani unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Majelis Ulama Indonesia, Kementerian Agama, serta pihak terkait lainnya.
Namun penjelasan tersebut tidak diterima oleh Tito. Situasi pun memanas ketika pria tersebut mulai melontarkan kata-kata kasar hingga ancaman serius.
“Dia sempat mengatakan akan membunuh saya dan camat. Mendengar ancaman itu saya langsung berusaha mengamankannya,” ungkap Muslih.
Upaya pengamanan tersebut mendapat perlawanan dari Tito hingga akhirnya terjadi perkelahian di lokasi. Duel keduanya berlangsung beberapa menit sebelum akhirnya Tito berhasil dilumpuhkan.
Setelah berhasil diamankan, polisi menemukan sebilah golok kecil yang dibawa oleh pria tersebut.
Meski sempat terjadi perlawanan dan ancaman serius, Kapolsek memilih untuk tidak membawa kasus itu ke jalur hukum. Ia lebih memilih pendekatan pembinaan terhadap yang bersangkutan.
“Meskipun tindakannya seperti itu, dia tetap masyarakat saya. Sebagai aparat, saya berkewajiban melakukan pembinaan,” ujar Muslih.
Dari hasil penyelidikan sementara, Tito Kobra diduga berada dalam pengaruh obat-obatan terlarang saat insiden tersebut terjadi. Ia juga disebut-sebut sebagai sosok yang kerap meresahkan masyarakat di wilayah Kecamatan Pakenjeng.
Kapolsek berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk menjaga ketertiban dan menghormati aturan yang berlaku, terutama selama bulan suci Ramadan.***
