Jalan Rusak, Warga Jolontoro Sapuran Coret Coret Kain/Banner Bentuk Kekecewaan kepada Pemdes

Bidik Ekspres.id | Wonosobo
Fenomena warga yang kesal terhadap Pemerintah Desa (Pemdes) dan melakukan aksi protes dengan mencorat-coret kain, spanduk, atau sisa banner merupakan bentuk ekspresi kekecewaan yang sering terjadi. Aksi ini biasanya didorong oleh masalah transparansi, pelayanan, atau kebijakan desa.
Seperti yang terjadi di Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, warga meluapkan kekecewaannya terhadap kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah desa.
Bentuk protes warga dilakukan dengan membuat coretan di kain spanduk dan sisa banner yang dipasang di badan jalan yang rusak dan tuhu masuk Desa Jolontoro. Coretan tersebut berisi keluhan serta sindiran kepada Pemerintah Desa Jolontoro agar segera memperhatikan dan melakukan perbaikan jalan yang dinilai sudah lama mengalami kerusakan.

Melalui via whatsapp salah satu warga setempat menuturkan, kondisi jalan yang berlubang dan rusak tersebut kerap membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor yang melintas di kawasan tersebut.
“Jalan ini kerap membahyakan penguna jalan. Jalan menuju Desa Jolontoro baru saja diperbaiki/ditambal pada Saptu 7 Maret 2026 malam setelah sholat tarawih, perbaikan atas inisiatif warga setempat dengan anggaran dana yang tidak sedikit secara swadaya dan bergotong royong,” ujar warga yang engan disebut namanya.

Menurut keterangan warga beberapa tahun aset desa (tanah desa) telah disewakan ke pihak penyewa, namun saat ditanyakan pihak Pemdes tidak ada ketransparansian.
“Kami pernah menanyakan terkait aset desa yang disewakan dananya masuk kemana dan untuk apa. Selain itu Pemdes juga pernah menjanjikan perbaikan jalan namun hingga sekarang belum terealisasi. Jujur mas, warga dan pemuda Jolontoro sudah hilang kepercayaan kepada Pemdes yang saat ini terkesan sedang mati suri,” tandas warga.***(BEKjT)
