Ketua Umum LSM Benteng Bekasi:
Di Balik Musibah Kebakaran, Kapolres Metro Bekasi Hadirkan Harapan Baru bagi Warga

Bidik Ekspres.id | Kab Bekasi

Di tengah duka warga yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah kebakaran pada 10/2 yang lalu, langkah kemanusiaan justru datang dari aparat kepolisian. Kepala Polres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni, SIK. SH. MH, Kapolres tidak hanya memberikan bantuan kepada korban, tetapi juga menghibahkan sebidang tanah yang rencananya akan dibangun kembali menjadi hunian bagi keluarga korban.

Aksi kepedulian tersebut menuai apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya datang dari Ketua Umum LSM Benteng Bekasi Turangga Cakraudaksana, secara terbuka ia menyampaikan penghargaan atas langkah yang dinilai sebagai bentuk nyata empati aparat penegak hukum terhadap penderitaan warga.

Menurut Turangga, kepedulian yang ditunjukkan Kapolres Metro Bekasi tidak sekadar berupa bantuan sosial, tetapi juga solusi jangka panjang bagi korban kebakaran yang kehilangan rumah.
“Ini bukan sekadar bantuan biasa. Kapolres bahkan memberikan sebidang tanah yang nantinya akan dibangun kembali sebagai tempat tinggal bagi warga yang rumahnya hangus terbakar,” ujar Turangga dalam keterangannya rilisnya kepada Media, Minggu 9/3.

Ia menilai tindakan tersebut mencerminkan kehadiran negara melalui aparat kepolisian di tengah masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit. Kepedulian tersebut, kata dia, menjadi contoh konkret bahwa institusi kepolisian tidak hanya berperan dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan.

Ketua Umum LSM Benteng Bekasi Turangga Cakraudaksana

“Terima kasih kepada Bunda Kapolres. Semoga apa yang dilakukan menjadi amal ibadah dan membawa keberkahan,” katanya.

Turangga berharap langkah kemanusiaan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha, maupun elemen masyarakat lainnya untuk turut hadir membantu korban bencana, khususnya warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.

Ia menegaskan, solidaritas sosial sangat dibutuhkan agar korban dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara layak setelah mengalami musibah.

Aksi sosial yang dilakukan Kapolres Metro Bekasi ini pun dinilai sebagai bentuk kepemimpinan humanis di tubuh kepolisian, hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat dalam arti yang sesungguhnya.

Namun di balik aksi kemanusiaan tersebut, muncul pula sorotan terhadap minimnya perhatian dari pihak pemerintah daerah setempat terhadap korban untuk membantu pemulihan pasca musibah.
“Musibah seperti ini seharusnya menjadi perhatian semua pihak, terutama pemerintah daerah yang memiliki kewenangan dan sumber daya untuk membantu warga bangkit dari bencana,” kata Turangga.

Ia menilai, kepedulian yang ditunjukkan Kapolres Metro Bekasi seharusnya menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kebijakan bahwa kehadiran negara sangat dibutuhkan ketika masyarakat menghadapi situasi sulit.*** (Hermansyah)