Longsor Gunungan Sampah di Bantar Gebang Tewaskan Empat Orang, KLH Mulai Penyidikan

Bidik Ekspres.id | Kota Bekasi
Insiden longsornya gunungan sampah di kawasan TPST Bantar Gebang menelan korban jiwa.
Empat orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa yang kembali menyoroti persoalan pengelolaan sampah di tempat pembuangan terbesar milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut.
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) sebelumnya telah memberikan peringatan terkait kondisi pengelolaan sampah di lokasi tersebut yang dinilai memiliki tingkat risiko tinggi.
Melalui Deputi Penegakan Hukum Lingkungan Hidup, pada 2 Maret 2026 lalu KLH/BPLH menerbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terhadap sejumlah lokasi pengelolaan sampah yang dinilai berisiko, termasuk TPST Bantar Gebang.
Langkah penyidikan tersebut dilakukan untuk menelusuri kemungkinan adanya kelalaian dalam sistem pengelolaan sampah yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat maupun pekerja di kawasan tersebut.

Pemerintah saat ini memprioritaskan proses evakuasi seluruh korban serta melakukan penyelidikan menyeluruh atas peristiwa tersebut. Aparat penegak hukum lingkungan diminta menindak tegas apabila ditemukan unsur kelalaian dalam pengelolaan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah merencanakan penataan ulang sistem pengolahan sampah di TPST Bantar Gebang. Fasilitas tersebut akan difokuskan untuk pengolahan sampah anorganik melalui penguatan sistem pemilahan dari sumber.
Selain itu, optimalisasi fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di RDF Plant Rorotan juga akan diperkuat guna mengurangi ketergantungan terhadap metode pembuangan terbuka.
Pemerintah menargetkan sinergi lintas instansi dapat meningkatkan kapasitas pengolahan sampah Jakarta hingga mencapai sekitar 8.000 ton per hari secara aman dan sesuai regulasi lingkungan.
Data Korban.
Empat korban meninggal dunia yang telah berhasil diidentifikasi yakni Enda Widayanti (25), Sumini (60), Dedi Sutrisno (22), dan Iwan Supriyatin (40).
Hingga kini, proses evakuasi dan pendalaman penyebab kejadian masih terus dilakukan oleh tim gabungan guna memastikan keselamatan di area pembuangan sampah tersebut serta mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.***
Editor : Sugiono
Sumber: Humas Kemen LH
