Sekolah Kembalikan Makan Bergizi Gratis, Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang: Menolak Program MBG Tidak Masalah

Bidik Ekspres.id | Semarang

Sejumlah sekolah di Jawa Tengah memutuskan mengembalikan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah menuai keluhan dari orang tua siswa terkait kualitas makanan yang dibagikan selama Ramadan.

Keputusan tersebut memicu sorotan publik terhadap pelaksanaan program yang digagas pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah.

Menanggapi hal itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menegaskan bahwa sekolah memiliki hak untuk menolak atau mengembalikan paket MBG jika dinilai tidak memenuhi harapan.
“Boleh saja (mengembalikan MBG), bahkan tidak menerima pun boleh. Menolak juga tidak masalah, yang penting membuat surat pernyataan penolakan,” kata Nanik usai Rapat Koordinasi Program MBG di kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Selasa 3/3 yang lalu.

Menurut Nanik, hingga saat ini tidak ada aturan yang mewajibkan sekolah untuk menerima program MBG. Program tersebut pada dasarnya bersifat dukungan pemerintah terhadap pemenuhan gizi siswa, bukan kewajiban yang harus diterapkan oleh seluruh sekolah.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang

Sebelumnya, sejumlah orang tua murid di beberapa sekolah di Jawa Tengah memprotes kualitas paket MBG yang dibagikan selama Ramadan. Keluhan tersebut kemudian disampaikan pihak sekolah kepada SPPG sebagai pihak penyedia layanan makanan.

Namun, pihak sekolah menilai perbaikan yang diharapkan tidak kunjung dilakukan. Kekecewaan itu akhirnya mendorong beberapa sekolah mengambil langkah tegas dengan mengembalikan paket MBG kepada penyelenggara.

Situasi ini memunculkan pertanyaan mengenai standar kualitas, mekanisme pengawasan, serta efektivitas pelaksanaan program MBG di lapangan. Pemerintah diharapkan dapat melakukan evaluasi agar tujuan utama program—meningkatkan gizi anak sekolah—dapat tercapai tanpa menimbulkan polemik di masyarakat.***

Editor: Redaksi