Gencarkan Transformasi Digital, Inovasi dan Terobosan Disperkimtam Kab Bandung Luncurkan SIPIKAT Untuk Perkuat Pusat Data Terintegrasi dan Transparan

Bidik Ekspres.id | Kab Bandung
Dalam rangka untuk terus penguatan data yang terintegrasi berbasis transparansi,di lingkup Pemerintah Kabupaten Bandung, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bandung melakukan inovasi sebagai terobosan strategis berupa aplikasi SIPIKAT (Sistem Informasi Perumahan, Infrastruktur, Kawasan Permukiman dan Tanah) sebagai pusat data dan informasi resmi yang terintegrasi.
Menurut Kepala Disperkimtan (Kadisperkimtan) Kabupaten Bandung, Enjang Wahyudin, bahwa SIPIKAT bukanlah sekadar inovasi teknologi berbasis aplikasi saja, melainkan bagian dari komitmen kuat pemerintah untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang transparan, terukur, dan akuntabel.
“Bukan hanya seremonial aplikasi saja, SIPIKAT ini dilengkapi peta interaktif berbasis GIS serta fitur monitoring dan evaluasi. Setiap program dapat dipantau secara lebih terukur dan akuntabel,” ungkapnya, Sabtu (28/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa dengan kehadiran SIPIKAT ini masyarakat kini bisa langsung mengawasi serta mengakses berbagai data strategis yang selama ini tersebar di berbagai unit kerja. Di antaranya data Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), Prasarana Sarana dan Utilitas (PSU), kawasan kumuh, jalan lingkungan, Tempat Pemakaman Umum (TPU), hingga aset dan potensi tanah milik pemerintah daerah.
Sebagaimana diketahui bahwa pusat data yang terintegrasi ini memungkinkan proses perencanaan pembangunan menjadi lebih presisi. Data yang terhimpun dalam satu sistem memudahkan sinkronisasi program, baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi.
Lebih lanjut dipaparkannya, bahwa tantangan terbesar selama ini ada pada pengelolaan program perumahan dan permukiman adalah menyangkut validitas dan keterpaduan data. Melalui SIPIKAT ini nantinya seluruh informasi dapat diperbarui secara berkala dan ditampilkan dalam format visual berbasis peta digital.
“Melalui SIPIKAT, kita bisa melihat langsung titik lokasi program, progres pekerjaan, hingga kebutuhan yang harus diprioritaskan. Ini penting untuk memastikan pembangunan tepat sasaran,” ujar Enjang.
Keunggulan lain dari SIPIKAT ini adalah dirancang sebagai instrumen pendukung pengambilan keputusan berbasis data (data driven decision making).
Nantinya, pengambilan indikator pembangunan di sektor perumahan dan permukiman dapat dianalisis melalui fitur monitoring dan evaluasi. Sehingga Disperkimtam dapat melakukan langkah cepat penyesuaian kebijakan dilapangan bilamana ditemukan ketimpangan atau kebutuhan darurat yang terjadi di lapangan.
Selain itu, pengambilan kebijakan dan langkah Disperkimtam ini (SIPIKAT) sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan digitalisasi pelayanan publik di Kabupaten Bandung. Karena proses transparansi menjadi salah satu kunci dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.
Kadisperkimtan Enjang menegaskan bahwa pemerintah Kabupaten Bandung ingin memastikan setiap program bisa dipantau dan diakses informasinya secara terbuka. Ini bagian dari komitmen pelayanan publik yang lebih efektif dan profesional.
Ia menyakini dengan kehadiran SIPIKAT, Disperkimtan Kabupaten Bandung meneguhkan n posisinya sebagai perangkat daerah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Digitalisasi data di sektor perumahan, infrastruktur permukiman, dan pertanahan menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Ia pun berharap kehadiran SIPIKAT kedepannya tidak hanya menjadi pusat data internal, melainkan bisa menjadi rujukan publik dalam memahami arah kebijakan pembangunan kawasan permukiman di Kabupaten Bandung.
Gencarnya transformasi digital yang dilakukan Disperkimtan Kabupaten Bandung memberikan bukti nyata bahwa tata kelola modern bukan sekedar pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan. Mereka menjawab tuntutan jaman dan masyarakat dengan langkah nyata: satu sistem terintegrasi, satu data, dan satu komitmen untuk pembangunan yang lebih baik guna mewujudkan visi dan misi Kabupaten Bandung yang Lebih Bedas.***
Editor: Aripudin
