Soroti TKD Kabupaten Bandung Yang Dipangkas Anggarannya, Anggota Fraksi NasDem Minta Masyarakat Tenang

Bidik Ekspres.id | Kab Bandung
Pemangkasan Transfer Keuangan Daerah (TKD) hampir mencapai Rp1 Triliun oleh pemerintah pusat, membuat tantangan tersendiri bagi fiskal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mengingat berbagai program yang semula telah direncanakan mengalami perubahan (revisi).
Namun demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang karena pemerintah telah menyiapkan strategi pengalihan anggaran guna memastikan program prioritas tetap berjalan.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Nasdem, H. Tarlan, saat di wawancarai wartawan usai kegiatan Reses masa sidang ll tahun 2026di Kp.Lamping, Desa Cipinang, Kecamatan Cimaung, Senin (23/2/2026).
Dia menegaskan bahwa pemotongan ini bukanlah penghilangan anggaran secara total, melainkan bentuk pengalihan tanggung jawab dan fokus pembangunan. Salah satu poin pentingnya dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi yang justru diprediksi memberikan manfaat lebih besar.

“Kalau dihitung-hitung dengan Program MBG (Makan Bergizi Gratis), mungkin lebih daripada Rp3 triliun untuk Kabupaten Bandung. Jadi ini hanyalah pengalihan untuk memberikan dampak manfaat lebih besar untuk masyarakat,” kata H. Tarlan.
Menyangkut penurunan anggaran desa yang cukup signifikan dari rata-rata di atas Rp1 miliar menjadi sekitar Rp300 juta per tahun, lanjutnya, mungkin pemerintah menekankan pentingnya penerapan skala prioritas.
Dia menyakini program mendasar tetap menjadi skala prioritas pemerintah tidak akan berubah seperti kesehatan, pendidikan, sarana Fasilitas Umum, Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) yang sangat dibutuhkan masyarakat.
H. Tarlan mengatakan efisiensi anggaran tidak hanya menyasar lingkup pemerintahan saja, melainkan Anggaran pokok pikiran (E-Pokir) dewan juga mengalami penyesuaian dari angka Rp800 juta sebelumnya kini hanya menjadi Rp400 juta.
Untuk itu, Dia meminta Kepada masyarakat untuk bersabar dulu, mengingat Pemerintah desa, kecamatan, kabupaten, hingga pusat sedang memikirkan jalan keluarnya.
“Kita semua berharap mudah-mudahan semuanya bisa segera normal kembali,” tutupnya.
Editor: Aripudin
