Lebih Parah, Kembali Ditemukan Penebangan Liar dan Alih Fungsi Hutan di Dataran Tinggi Dieng

Bidik Ekspres.id l Wonosobo
Dieng yang berada di wilayah administratif Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara merupakan kawasan strategis dengan fungsi lindung dan konservasi. Kini kondisi kawasan hutan di wilayah Dataran Tinggi Dieng kembali memprihatinkan.
Pasalnya setelah sebelumnya dilaporkan terjadi kerusakan hutan di petak 8-2 dan 8-7, lebih parahnya kini kembali ditemukan aktivitas penebangan/penggundulan hutan secara liar serta terlihat adanya alih fungsi lahan yang semakin meluas di kawasan hutan petak 11 gunung Kendil turut Desa Jojogan, Kecamatan Kejajar.
Pantauan di lapangan menunjukkan puluhan tegakan pohon cemara telah ditebang, tidak sedikit pula yang sengaja dikelupas kulitnya juga terlihat ratusan pohon dibabat ranting – rantingnya hingga terlihat seperti pohon mati.

Sementara sebagian lahan mulai dibuka untuk kepentingan lain. Aktivitas tersebut dinilai berpotensi memperparah kerusakan lingkungan di kawasan hulu yang memiliki peran vital sebagai daerah resapan air.
Jika aktivitas penebangan liar dan alih fungsi ini terus terjadi tanpa pengawasan ketat, dikhawatirkan dapat memicu bencana ekologis seperti longsor, banjir, hingga krisis sumber mata air.
Menurut keterangan salah satu warga yang enggan disebut namanya oleh team investigasi mengungkapkan luas lahan petak 11 kawasan gunung kendil kisaran 28 hektar, sementara alih fungsi menjadi lahan pertanian kentang kurang lebih 10 hektar.
“Lahan kentang dikelola Satu orang, berinisial KS warga Desa Banteng, diduga dirinya kerjasama dengan Perhutani/mandor,” tuturnya Selasa 24/2.
Saat dimintai keterangan terkait penebangan hutan, dirinya mengatakan yang menebang pohon warga.
“Yang menebang warga diduga atas rekomendasi dari Perhutani/mandor,” terangnya.
Melihat adanya penebangan kayu secara liar di TKP team investigasi merasa prihatin, pasalnya perbuatan tersebut jelas merusak hutan dan bisa menjadi ancaman jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.***(BEKjT)
