Investasi Hijau, Warga Sikunang Kejajar Pulihkan Fungsi Hutan dengan Cara Tanam Kopi

Bidik Ekspres.id l Wonosobo

Bertajuk “Aksi Hijau Kopi Lestari”. Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Tengah bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan warga masyarakat Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, menggelar aksi penanaman pohon kopi di kawasan hutan petak 8.

Kegiatan penanaman bibit kopi yang menyasar di kawasan hutan tersebut dipimpin langsung Kepala Desa Sikunang, Nur Amin, pada Sabtu Pada Sabtu 14/2.

Menurut keterangan Kepala Desa kondisi lahan kawasan petak 8 tergolong kritis dan memerlukan penanganan cepat. Untuk mencegah ancaman bencana alam seperti tanah longsor pihaknya fokuskan penanaman kopi di atas lahan tersebut.

“Penghijauan ini bukan hanya soal menanam pohon, akan tetapi juga untuk menjaga masa depan Desa Sikunang agar tetap asri dan aman dari bencana, maka dari itu kami mengajak seluruh elemen masyarakat juga LMDH untuk bergerak bersama menjaga alam di sekitar kita,” tandas Kades.

Sementara itu Asisten Perhutani (Asper) Kedu Utara, Yossi mengapresiasi kegiatan tersebut, dirinya menyampaikan rasa terima kasih atas inisiatif warga yang proaktif menjaga kelestarian hutan.

​”Kami apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada warga Desa Sikunang atas pelaksanaan kegiatan ini. Perhutani berkomitmen penuh mendukung setiap aksi penghijauan demi memulihkan fungsi hutan di sini. Petak 8 ini memang termasuk kategori hutan kritis, sehingga dukungan masyarakat sangat vital,” beber Yossi.


Kegiatan tersebut juga mendapat pendampingan secara intensif dari Mantri Perhutani, Heri. Beliau menjelaskan selain fungsi ekologis untuk mencegah bencana tanah longsor, program ini diproyeksikan akan menjadikan kawasan produktif dalam beberapa tahun ke depan dan memiliki dimensi ekonomi jangka panjang melalui budidaya kopi.

​Selain itu, pendampingan intensif dari Perhutani menjadi faktor kunci agar tanaman yang ditanam dapat tumbuh maksimal. Targetnya, dalam 3 hingga 4 tahun mendatang, Desa Sikunang diharapkan mampu mencapai target produksi kopi massal yang berkualitas.

”Dengan penanganan yang tepat, kita tidak hanya menyelamatkan alam dari bencana, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi warga melalui hasil kopi. Ini adalah investasi hijau untuk anak cucu kita nanti,” imbuh Mantri Perhutani.

​Aksi ini ditutup dengan penanaman bibit secara simbolis oleh perangkat desa dan pejabat Perhutani, menandai dimulainya babak baru konservasi berbasis ekonomi kerakyatan di Kabupaten Wonosobo.***(BEKJT)