Suara Seorang Wisudawan STEBI Bina Essa “Kampus Ini Tidak Hanya Mencetak Sarjana, Tetapi Juga Membangun Karakter Dan Tanggung Jawab Sosial”

Bidik Ekspres.id | Bandung

Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBI) Bina Essa mengukuhkan 270 wisudawan dalam prosesi wisuda di Harris Hotel Bandung, Kamis, 12/2

Pengukuhan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan terhadap lulusan ekonomi syariah seiring pertumbuhan industri keuangan syariah di Indonesia.

Wisuda berlangsung khidmat dengan kehadiran pimpinan perguruan tinggi, sivitas akademika, serta keluarga wisudawan. Momentum ini menegaskan peran perguruan tinggi sebagai aktor strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang selaras dengan arah kebijakan pengembangan ekonomi syariah nasional.

Asep, lulusan Program Studi Sarjana Ekonomi Syariah, menilai pendidikan tinggi di bidang ekonomi syariah semakin relevan dengan dinamika kebijakan ekonomi nasional.
“Saya melihat ekonomi syariah tidak hanya berkembang secara industri, tetapi juga menjadi bagian dari agenda kebijakan nasional. Karena itu, saya memilih STEBI Bina Essa yang memadukan ilmu ekonomi modern dengan prinsip syariah,” ujar Asep yang telah resmi menyandang gelar Sarjana Ekonomi Syariah.

“Wisuda ini bukan sekadar seremoni, tetapi puncak dari proses belajar yang panjang dan menantang,” ujar Asep.

Ia mengungkapkan bahwa keputusan memilih STEBI Bina Essa didasarkan pada integrasi kurikulum ekonomi modern dengan prinsip syariah serta pendekatan pembelajaran yang aplikatif.
“Saya memilih STEBI Bina Essa karena memadukan keilmuan ekonomi kontemporer dengan nilai syariah, didukung lingkungan akademik yang kondusif dan dosen yang kompeten,” katanya.

Menurut Asep, pendidikan di STEBI Bina Essa tidak hanya membentuk kompetensi akademik, tetapi juga etika profesional dan kesadaran sosial.
“Kampus ini tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga membangun karakter dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kurikulum yang aplikatif dan lingkungan akademik yang kondusif menjadi faktor utama dalam memilih kampus tersebut.
“Pendekatan pembelajaran yang tidak hanya teoritis, tetapi juga kontekstual dengan praktik industri syariah membuat proses belajar lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” katanya.

Menurut Asep, wisuda bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan titik awal tanggung jawab profesional dan sosial.
“Gelar akademik harus diterjemahkan menjadi kontribusi nyata. Lulusan ekonomi syariah dituntut mampu menawarkan solusi atas persoalan ekonomi yang semakin kompleks,” ujarnya.

Kepada sesama wisudawan, Asep menekankan pentingnya menjadikan gelar akademik sebagai amanah untuk berkontribusi.
“Tantangan ekonomi semakin kompleks. Lulusan ekonomi syariah harus hadir dengan solusi yang relevan,” katanya.

Ia juga mendorong calon mahasiswa untuk melihat ekonomi syariah sebagai bidang strategis dengan prospek jangka panjang.
“Ekonomi syariah bukan sekadar alternatif, tetapi kebutuhan masa depan,” ucapnya.

Selain itu ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memanfaatkan peluang pendidikan tinggi di bidang ekonomi syariah melalui STEBI Bina Essa.
“Saya mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk tidak ragu melanjutkan pendidikan di STEBI Bina Essa. Kampus ini memberikan fondasi keilmuan yang kuat, lingkungan akademik yang kondusif, serta nilai-nilai syariah yang relevan dengan kebutuhan zaman,” pungkas Asep.

Dalam konteks kebijakan pendidikan tinggi, pengukuhan 270 lulusan STEBI Bina Essa menunjukkan kontribusi perguruan tinggi swasta dalam memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat link and match antara dunia pendidikan dan industri.

STEBI Bina Essa menyatakan bahwa penguatan kurikulum berbasis kompetensi, integrasi nilai keislaman, serta orientasi pada kebutuhan industri menjadi strategi utama dalam meningkatkan kualitas lulusan.

Pendekatan ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menekankan relevansi pendidikan tinggi terhadap kebutuhan pembangunan ekonomi nasional.

Prosesi wisuda di Harris Hotel Bandung berlangsung lancar hingga akhir acara, sekaligus mempertegas posisi pendidikan tinggi Islam sebagai bagian penting dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.***