STEBI Bina Essa Wisudawan Ratusan Sarjana Ekonomi, Merangkai Harmoni, Melangkah Menuju Bina Essa University

Bidik Ekspres.id | Bandung

Mengusung tema Merangkai Harmoni, Melangkah Menuju Bina Essa University, Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBI) Bina Essa Bandung Barat mewisuda ratusan sarjana ekonomi dalam Wisuda Program Sarjana (S1) yang digelar di Harris Hotel, Kamis, 12/2.

Wisuda ini menjadi bagian dari kontribusi nyata dunia pendidikan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Visi Indonesia Emas 2045 dan penguatan ekosistem ekonomi syariah nasional.

Indonesia saat ini berada pada momentum strategis bonus demografi, di mana lebih dari 70 persen penduduk berada pada usia produktif. Kondisi ini menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus tantangan jika tidak diiringi kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing global.

Di bawah naungan Yayasan Harmoni Cendekia Insani, STEBI Bina Essa menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang berorientasi pada pembentukan lulusan ekonomi Islam yang adaptif, inovatif, dan visioner.

Ketua STEBI Bina Essa Prof Dr H. Cecep Wahyu Hoerudin, M. Pd menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang mampu mengelola peluang bonus demografi dan transformasi ekonomi nasional.
“Indonesia Emas tidak lahir dari angka statistik semata, tetapi dari kualitas sumber daya manusia. Perguruan tinggi harus melahirkan lulusan yang bukan hanya siap kerja, tetapi siap memimpin transformasi ekonomi,” ujar Prof Cecep.

Selain itu Prof. Dr. H. Cecep Wahyu Hoerudin, menyampaikan pesan tegas dan visioner kepada para wisudawan. Ia menekankan bahwa generasi sarjana ekonomi Islam harus tampil sebagai aktor utama dalam arus perubahan ekonomi nasional.
“Indonesia Emas 2035 tidak akan tercapai jika generasi terdidik hanya menjadi penonton. Kalian harus menjadi arsitek masa depan ekonomi bangsa,” tegas Prof. Cecep.

Ia menambahkan bahwa ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu motor pertumbuhan nasional. Berdasarkan data Global Islamic Economy Indicator (GIEI) dan laporan State of the Global Islamic Economy, Indonesia termasuk tiga besar negara dengan ekosistem ekonomi syariah terbesar di dunia.

Selain itu, kontribusi industri halal terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional terus meningkat, dengan nilai ekonomi syariah Indonesia diperkirakan mencapai ribuan triliun rupiah per tahun.
“Ekonomi syariah bukan lagi sektor marginal. Ia adalah kekuatan baru yang mampu mendorong industri, keuangan, UMKM, dan ekonomi rakyat. Di tangan generasi muda terdidik, sektor ini harus naik kelas,” katanya.

Lebih lanjut, Prof. Cecep menegaskan bahwa bonus demografi harus diarahkan menjadi bonus produktivitas, bukan beban sosial.
“Jika generasi muda hanya menjadi pencari kerja, bonus demografi akan berubah menjadi krisis sosial. Karena itu, jadilah pencipta nilai, inovator, dan pemimpin ekonomi,” tandasnya.

Peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi yaitu rata-rata nilai seluruh mata kuliah yang ditempuh mahasiswa dari semester pertama hingga akhir, dihitung berdasarkan bobot SKS jatuh pada Selly Silviawati dengan IPK, lalu Rismawati 3,88 dan Desi Dahliani Fadillah 3,87

Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh makna, dihadiri jajaran pimpinan kampus, sivitas akademika, orang tua wisudawan, serta tamu undangan. Pengukuhan gelar sarjana menjadi simbol awal peran baru para lulusan dalam ekosistem ekonomi nasional.

Dengan wisuda ini, STEBI Bina Essa Bandung Barat menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga menyiapkan generasi strategis untuk memperkuat ekonomi syariah dan daya saing Indonesia menuju Indonesia Emas 2035.***